fin.co.id – PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) melakukan penguatan struktur kepemimpinan perusahaan dengan menunjuk Andri Hasian sebagai Direktur Kepatuhan dan Junaidi Amin sebagai Chief of Risk. Langkah ini ditempuh untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan dengan tetap menempatkan nasabah sebagai fokus utama.
Direktur Utama FWD Insurance, Jeffrey Woo mengatakan, penyesuaian struktur organisasi tersebut dilakukan seiring perkembangan industri dan kebutuhan perusahaan dalam menghadirkan solusi perlindungan yang semakin relevan bagi masyarakat.
“Seiring dengan dinamika industri dan kebutuhan untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi nasabah, FWD Insurance memperkuat struktur dan kapabilitas organisasinya, khususnya pada fungsi tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap solusi perlindungan yang kami hadirkan tidak hanya transparan dan bertanggung jawab bagi nasabah, tetapi juga sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Jeffrey dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.
Junaidi Amin yang kini menjabat sebagai Chief of Risk memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri jasa keuangan. Selama perjalanan kariernya, ia banyak berkecimpung di bidang aktuaria, manajemen risiko, dan konsultasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat pengelolaan risiko perusahaan.
Di sisi lain, Andri Hasian yang dipercaya mengemban posisi Direktur Kepatuhan juga memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Andri dikenal memiliki keahlian di bidang kepatuhan serta audit internal.
Sebelum bergabung dengan FWD Insurance, Andri pernah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kompetensi dalam memperkuat tata kelola perusahaan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah.
Sebagai perusahaan asuransi jiwa berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, FWD Insurance meyakini penguatan susunan manajemen ini akan semakin memperkokoh fondasi tata kelola dan manajemen risiko perusahaan, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Kami berharap penguatan struktur kepemimpinan ini dapat mendorong FWD Insurance untuk terus berinovasi, tumbuh secara berkelanjutan, dan semakin dekat dengan kebutuhan nasabah. Ke depan, kami ingin berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses proteksi bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi bagian dalam mewujudkan visi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi,” ungkap Jeffrey.