Proyek Jembatan Cincin Donat, Pramono Tegaskan Patung Sudirman Tak Akan Digeser!

news.fin.co.id - 22/06/2026, 09:05 WIB

Proyek Jembatan Cincin Donat, Pramono Tegaskan Patung Sudirman Tak Akan Digeser!

Patung Jenderal Sudirman. Foto: Antara

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Patung Jenderal Sudirman tetap berada di lokasi saat pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas atau yang dikenal dengan sebutan Jembatan Cincin Donat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik,” kata dia di Jakarta, dikutip, Senin, 22 Juni 2026.

Pramono mengungkapkan dirinya telah mempelajari secara detail desain proyek fasilitas pejalan kaki tersebut. Berdasarkan hasil kajian itu, ia memutuskan bahwa keberadaan Patung Jenderal Sudirman tidak perlu dipindahkan dan justru dapat menjadi salah satu titik yang mudah dikenali masyarakat.

“Saya sudah melihat detail gambarnya, sehingga tidak perlu dipindahkan bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya,” kata dia.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan bahwa pihaknya akan membangun sebuah anjungan pada bagian pedestrian deck. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat yang melintas untuk menikmati pemandangan Patung Jenderal Sudirman dari atas jembatan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas melalui peletakan batu pertama yang dilakukan pada Minggu. Infrastruktur yang ditargetkan selesai pada 2028 itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Agenda peletakan batu pertama tersebut juga bertepatan dengan peresmian hasil penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pedestrian deck Dukuh Atas dirancang sebagai fasilitas yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik di kawasan tersebut. Integrasi yang disiapkan mencakup MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga kereta bandara.

Secara desain, jembatan pejalan kaki tersebut akan berbentuk melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarmoda transportasi sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat di pusat ibu kota.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID