fin.co.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten mencatat ratusan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten akan memasuki masa purna tugas sepanjang tahun 2026. Jumlah pegawai yang dijadwalkan pensiun mencapai 399 orang dan berasal dari berbagai jenjang jabatan.
Kepala BKD Provinsi Banten, Ai Dewi Suzana, mengatakan para pegawai yang memasuki masa pensiun terdiri atas pejabat struktural, pelaksana, hingga tenaga pendidik.
Menurutnya, proses pengusulan pensiun terus berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 273 pegawai telah diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan telah menerima Surat Keputusan (SK) pensiun.
“PNS yang pensiun tahun ini itu sekitar 300-an. Itu sudah termasuk eselon II, III, IV juga pelaksana maupun guru,” kata Ai, Kamis, 25 JUni 2026.
Dari jajaran pejabat tinggi pratama atau eselon II, terdapat dua pejabat yang telah memasuki masa pensiun pada tahun ini. Keduanya adalah Agus M. Tauhid yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Tri Nurtopo yang menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
Ai menjelaskan, BKD terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses administrasi pensiun berjalan sesuai ketentuan. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap agar hak-hak pegawai yang memasuki masa purna tugas dapat dipenuhi dengan baik.
“Seluruh proses administrasi pensiun dilakukan secara terkoordinasi agar tidak menghambat pelayanan kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas,” ujarnya.
Terkait kebutuhan sumber daya manusia setelah banyaknya ASN yang pensiun, Ai mengatakan pemerintah daerah masih akan menyesuaikannya dengan kebutuhan organisasi serta kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Menurut dia, pengisian formasi pegawai ke depan akan mempertimbangkan kondisi organisasi dan kebutuhan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Dengan ratusan ASN yang akan memasuki masa pensiun, BKD Banten memastikan proses regenerasi aparatur tetap menjadi perhatian guna menjaga efektivitas pelayanan pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
A Ferri Setiawan/Banten TV