fin.co.id - Program gratis masuk tempat wisata dan tarif transportasi umum sebesar Rp1 yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta ternyata tidak hanya disambut antusias oleh warga ibu kota. Ribuan masyarakat dari luar Jakarta juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menikmati berbagai destinasi dan layanan transportasi di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari melonjaknya jumlah pengunjung di sejumlah destinasi wisata yang mendapat fasilitas gratis selama perayaan HUT Jakarta.
"Ini dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama yang dari luar kota," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, 29 Juni 2026
Sebagai bagian dari perayaan HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI memberikan akses gratis ke sejumlah tempat wisata pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Selain itu, tarif transportasi publik yang dikelola pemerintah daerah juga ditetapkan hanya Rp1.
Program tersebut berlaku untuk layanan Transjakarta, Transjabodetabek, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Sementara itu, sejumlah destinasi wisata yang dibuka secara gratis antara lain Ancol Taman Impian, Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), 11 museum, serta sembilan kolam renang milik pemerintah daerah.
Menurut Pramono, kebijakan tersebut berhasil menarik lonjakan kunjungan yang bahkan memecahkan sejumlah rekor. Salah satunya terjadi di Taman Margasatwa Ragunan yang mencatat jumlah pengunjung tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya.
"Hari Minggu kemarin di Ragunan hadir lebih dari 135.500 orang. Selama ini rekornya 113.000, itu menyambut tahun baru yang lalu. Sekarang menjadi 135.500. Artinya, publik masyarakat memanfaatkan itu," ujarnya.
Lonjakan pengunjung juga terjadi di berbagai destinasi lain seperti Ancol, Monas, dan museum-museum di Jakarta. Menurut Pramono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan transportasi murah dan wisata gratis mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat, termasuk warga dari kawasan penyangga dan luar daerah.
Keberhasilan program ini pun menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov DKI untuk menyusun perayaan yang lebih besar menjelang usia Jakarta yang akan mencapai lima abad pada tahun 2027.
Pramono mengaku telah mulai memikirkan konsep perayaan yang lebih inklusif agar masyarakat dari berbagai daerah dapat menikmati perayaan Jakarta secara lebih nyaman dan meriah.
"Maka untuk lima abad nanti, saya akan memikirkan hal lain yang bagaimana masyarakat dari luar kota, mereka bisa ke Jakarta dengan lebih baik," pungkasnya.
Dengan semakin dekatnya peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan bagi warga ibu kota, tetapi juga menjadi pesta bersama masyarakat Indonesia dari berbagai daerah.
Cahyono/Disway