fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta akan kembali berlanjut. Setelah proyek Fase 1B yang menghubungkan Velodrome-Manggarai hampir rampung, jalur LRT akan diperpanjang hingga kawasan Dukuh Atas.
Perpanjangan lintasan sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut menjadi salah satu proyek strategis yang disiapkan untuk memperkuat jaringan transportasi publik ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bahkan menargetkan jalur baru tersebut sudah dapat beroperasi pada akhir 2028 atau paling lambat awal 2029.
Menurut Pramono, proyek ini memiliki keuntungan besar karena tidak memerlukan proses pembebasan lahan yang biasanya menjadi hambatan utama pembangunan infrastruktur di Jakarta.
"Nanti untuk LRT yang dari Manggarai akan kami sambungkan sampai dengan Dukuh Atas, dan mudah-mudahan tahun 2028 akhir atau 2029 sudah selesai, karena tidak ada pembebasan lahan," ujar Pramono saat berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Tidak Perlu Pembebasan Lahan
Salah satu alasan optimisme Pemprov DKI Jakarta adalah jalur yang akan dibangun tidak membutuhkan pembebasan lahan baru. Kondisi tersebut diperkirakan akan mempercepat seluruh proses konstruksi dibandingkan proyek infrastruktur lainnya.
Selain menghemat waktu, langkah ini juga berpotensi menekan berbagai biaya tambahan yang biasanya muncul dalam proses pengadaan lahan.
Pramono menilai kondisi tersebut membuat target penyelesaian proyek dalam kurun waktu sekitar tiga tahun menjadi sangat realistis.
Anggaran Disiapkan Melalui APBD DKI Jakarta
Untuk mendukung pembangunan jalur baru tersebut, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dana sudah mulai dimasukkan dalam perencanaan anggaran sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
"Anggarannya sudah dipersiapkan di APBD yang sekarang, sehingga bisa langsung dikerjakan mulai dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas," kata Pramono.
Sebelumnya, kebutuhan anggaran pembangunan lintasan Manggarai-Dukuh Atas diperkirakan mencapai sekitar Rp2,7 triliun. Namun hingga kini pemerintah belum mengumumkan kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut.