fin.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan, Papua Barat Daya, menyiapkan program beasiswa jenjang strata satu (S1) bagi 924 mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dari keluarga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Selatan, Edith Dony Tamaela di Sorong, Minggu, 26 Juli 2026 mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan target satu rumah satu sarjana.
"Program lanjutan yang kami siapkan adalah menciptakan satu rumah satu sarjana. Saat ini direncanakan memberikan bantuan studi S1 kepada 924 mahasiswa-mahasiswi kurang mampu, khususnya Orang Asli Papua," katanya.
Selain beasiswa S1, Pemkab Sorong Selatan juga merencanakan pemberian bantuan studi ke luar negeri bagi 15 mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing dan kompetensi global.
Menurut Edith, program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya OAP, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM yang nantinya berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Tantangan Fisik dan Kendala Keterbatasan Anggaran Daerah
Meskipun merancang skema bantuan yang ambisius, pihak pemerintah daerah mengakui bahwa skema ini belum bisa menjangkau semua calon penerima secara serentak.
"Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, belum seluruh mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat memperoleh bantuan pendidikan karena keterbatasan anggaran," jelasnya.
Ia menjelaskan, sektor pendidikan turut terdampak kebijakan penyesuaian anggaran, di antaranya adanya penurunan alokasi dana pendidikan yang penggunaannya telah ditentukan sehingga memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah dalam memperluas cakupan penerima beasiswa.
Strategi Optimalisasi APBD dan Sinergi Pusat
Menghadapi keterbatasan tersebut, pihak Pemkab Sorong Selatan tidak tinggal diam. Pihaknya terus berupaya mencari dukungan pendanaan, baik melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sinergi dengan pemerintah pusat agar program beasiswa dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Dia mengatakan, program satu rumah satu sarjana menjadi salah satu strategi Pemkab Sorong Selatan dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda OAP, serta menyiapkan SDM unggul yang mampu mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Sorong Selatan dan Provinsi Papua Barat Daya.
Sebagai langkah konkret, pihaknya telah menyampaikan aspirasi kebutuhan program strategis itu kepada Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai pada rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah tingkat kabupaten kota se-Papua Barat Daya pada 25 Juli 2026.