fin.co.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga ibu kota hingga ke kancah internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa program LPDP khusus Jakarta direncanakan akan memberangkatkan 50 hingga 75 calon mahasiswa dengan anggarap Rp100 miliar.
“Jumlahnya Rp100 miliar. Berdasarkan hasil diskusi dengan LPDP Pusat, satu anak itu kebutuhannya kurang lebih Rp2 miliar sebenarnya. Jadi, nanti yang rencana akan kita berangkatkan itu antara 50 sampai dengan 75 anak,” ujar Pramono di Balai Kota, Senin, 27 Juli 2026.
Pembagian Alokasi Dana untuk Perbaikan Bangunan Sekolah Rusak
Namun, pihak pemerintah daerah harus menyeimbangkan alokasi dana agar pembenahan sarana pendidikan di tingkat dasar tetap berjalan beriringan.
Pramono menegaskan, penyesuaian jumlah penerima dilakukan karena Pemprov DKI juga harus membagi anggaran untuk program prioritas lain, salah satunya revitalisasi sekolah-sekolah yang rusak.
"Salah satu prioritas untuk renovasi, revitalisasi SD-SD yang terjadi, yang kemarin karena ada pemotongan DPH, dari 22 itu kan awalnya cuma tujuh. Kemarin saya sudah memutuskan tambah empat sehingga menjadi 11. Sebelas itulah yang kita perbaiki, termasuk SD Negeri 09 Kebayoran Lama yang sementara pindah ke SD Negeri 11," kata Pramono.
Dinamika Rapat Komisi E DPRD DKI dan Visi Jakarta Kota Global
Proses pembahasan anggaran program ini sempat memicu berbagai masukan mendalam dari jajaran wakil rakyat demi memastikan efisiensi belanja daerah.
Kendati demikian, dalam rapat bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta agar anggaran LPDP Jakarta tak seluruhnya digunakan untuk program tersebut.
Sebab, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Subki menilai masih banyak kebutuhan pendidikan yang dinilai lebih mendesak dibandingkan dengan program tersebut.
Menurutnya, sebaiknya anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki sekolah rusak dan menambah kuota sekolah swasta gratis.
Di sisi lain, jajaran dinas terkait menegaskan pentingnya program ini untuk memfasilitasi generasi muda bersaing di tingkat dunia.
Namun dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyebut bahwa semangat dari menjalankan program tersebut adalah agar anak-anak Jakarta dapat mengenyam pendidikan di luar negeri. Hal tersebut juga selaras dengan Jakarta yang kini merupakan kota global.
Setelah saling berdiskusi, Komisi E DPRD DKI Jakarta pun akhirnya meminta agar Pemerintah Jakarta membagi anggaran program LPDP Jakarta dengan hal-hal mendesak di bidang pendidikan lainnya.