fin.co.id - Bencana gempa kembali melanda Jepang. Guncangan gempa meluluhlantakkan Prefektur Kumamoto di wilayah selatan, Selasa, 28 Juli 2026. Sekitar 20 hingga 30 orang, termasuk pekerja pusat perbelanjaan, mungkin terjebak di dalam gedung pusat perbelanjaan setelah sebelumnya terjadi ledakan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, pemerintah setempat langsung mengerahkan tim penyelamat ke titik lokasi bencana. Pasukan Bela Diri Jepang meluncurkan operasi penyelamatan di Aeon Mall Kumamoto di Kashima.
Sementara sekitar 3.600 personel Pasukan Bela Diri terlibat dalam upaya bantuan di seluruh wilayah yang dilanda bencana, kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi.
Petugas medis juga bergerak cepat membawa para korban terdampak menuju fasilitas kesehatan terdekat. Setidaknya empat orang, semuanya sadar, dibawa ke rumah sakit dari kompleks tersebut, menurut serikat pemadam kebakaran setempat.
Kronologi Ledakan Saat Evakuasi Pengunjung Mal
Pihak pengelola pusat perbelanjaan menjelaskan urutan kejadian sebelum ledakan melanda area belanja tersebut. Operator, Aeon Mall Co., mengatakan ledakan terjadi setelah sekitar 200 karyawan dan pelanggan dievakuasi dari pusat perbelanjaan setelah gempa berkekuatan M7.1 yang melanda Prefektur Kumamoto pada pukul 16.27.
Dahsyatnya guncangan gempa yang berpadu dengan ledakan mengakibatkan kerusakan fisik parah pada struktur bangunan utama. Langit-langit dan dinding di Aeon Mall Kumamoto runtuh, memperlihatkan kerangka baja bangunan, sementara puing-puing berserakan di sekitar kompleks.
Kesaksian Warga di Sekitar Lokasi Kejadian
Suara dentuman keras saat insiden ledakan mengejutkan para warga yang berada di sekitar kawasan perbelanjaan Kashima. Seorang pria berusia 44 tahun yang mengelola salon rambut di dekat situ mengatakan dia mendengar suara keras yang terdengar seperti kendaraan besar bertabrakan dengan sesuatu.
Instan setelah dentuman tersebut bergema, material asap langsung membumbung tinggi dari bangunan mal. "Saya melihat kepulan asap putih tepat setelah (ledakan)," katanya.