Nasional . 01/08/2026, 05:42 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Dalam perubahan tersebut, sejumlah produk Pertamax Series mengalami penurunan harga.
Mengacu pada laman resmi Pertamina yang dikutip di Jakarta, Jumat malam 31 Juli, harga Pertamax di wilayah Jabodetabek kini turun menjadi Rp15.950 per liter. Sebelumnya, selama Juli 2026, BBM RON 92 tersebut dipasarkan dengan harga Rp16.250 per liter.
Selain Pertamax, Pertamax Green juga mengalami penyesuaian harga dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter. Sementara Pertamax Turbo turun cukup signifikan, dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Penurunan ini menjadi yang pertama sejak Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan harga pada 10 Juni 2026. Saat itu, harga BBM sempat melonjak menyusul dampak konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang memengaruhi harga minyak dunia.
Di sisi lain, harga BBM jenis diesel non-subsidi atau Dex Series belum mengalami perubahan. Dexlite (CN 51) tetap dijual Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) masih dibanderol Rp21.150 per liter.
Untuk BBM penugasan dan subsidi, Pertamina juga tidak melakukan penyesuaian harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar dipertahankan di level Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.
Aturan tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang dipasarkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media