Nasional

DPR Desak Kemenkes Investigasi Nakes yang Bully Pasien BPJS

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menyelidiki kasus pasien BPJS Kesehatan yang diduga menjadi korban komentar tidak berempati dari sejumlah tenaga kesehatan di media sosial.

DPR Desak Kemenkes Investigasi Nakes yang Bully Pasien BPJS
BPJS Kesehatan

fin.co.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menyelidiki kasus pasien BPJS Kesehatan yang diduga menjadi korban komentar tidak berempati dari sejumlah tenaga kesehatan di media sosial.

Menurut Yahya, kasus yang menimpa Yurizal Tri Chaerawan tidak hanya menyoroti persoalan etika tenaga medis, tetapi juga mengindikasikan masih lemahnya pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS Kesehatan.

"Pertama, saya menyatakan ikut berdukacita atas meninggalnya pasien tersebut. Kedua, para nakes dan tenaga medis harus memberikan layanan terbaik kepada setiap pasien, termasuk pasien BPJS Kesehatan. Ketiga, lamanya pasien menunggu perawatan menunjukkan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut terhadap pasien yang memerlukan pelayanan secara cepat," kata Yahya kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2026.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan Kemenkes perlu memberikan sanksi tegas kepada tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan.

"Keempat, Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan," ujar Yahya.

Ia juga menilai perlakuan terhadap pasien BPJS di sejumlah rumah sakit masih jauh dari harapan. Berdasarkan berbagai laporan masyarakat yang diterimanya, pasien BPJS kerap mendapat pelayanan yang berbeda dibanding pasien umum.

"Kelima, masih sering dijumpai di lapangan pasien BPJS Kesehatan selalu dinomorduakan oleh pihak RS. Banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut," tambahnya.

Selain meminta evaluasi terhadap tenaga kesehatan, Yahya mendesak Kemenkes mengusut rumah sakit yang disebut dalam keluhan pasien. Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara terbuka agar publik mengetahui penyebab pelayanan yang dinilai tidak optimal.

"Keenam, Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik," kata Yahya.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pembinaan terhadap tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan pelayanan dan empati kepada pasien.

"Ketujuh, Kemenkes harus memberikan edukasi kepada para tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan yg terbaik kepada setiap pasien serta berempati terhadap penderitaan yang dialami oleh setiap pasien di rumah sakit," sambungnya.

Yahya menilai etika komunikasi tenaga kesehatan juga harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, profesi tenaga medis merupakan profesi yang mulia sehingga setiap tenaga kesehatan harus menjaga sikap, termasuk saat berinteraksi di media sosial.

"Edukasi terkait etika menjadi sangat penting agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tidak menyampaikan perkataan yang menyakiti pasien dan masyarakat pada umumnya. Profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis merupakan profesi yang terhormat. Jadi mereka juga harus punya rasa hormat terhadap setiap pasien di rumah sakit," ungkap dia.

Bermula dari Curhatan Pasien BPJS di Threads

Berita Terkait