Viral

Ini Tampang Hilda Clarissa Theopilus, Nakes yang Mengaku Puas Pasien BPJS Meninggal Dunia

Nama Hilda Clarissa Theopilus mendadak menjadi buruan netizen usai lontaran komentarnya di media sosial yang dinilai niradab dan sangat kejam.

Ini Tampang Hilda Clarissa Theopilus, Nakes yang Mengaku Puas Pasien BPJS Meninggal Dunia
Hilda Clarissa Theopilus minta maaf

fin.co.id -  Nama Hilda Clarissa Theopilus mendadak menjadi buruan netizen usai lontaran komentarnya di media sosial yang dinilai niradab dan sangat kejam. Nakes dengan nama akun Threads @hi.clarissa_ tersebut viral setelah secara terang-terangan mengaku puas atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS Kesehatan.

Yurizal Tri Chaerawan (@yurizaltrich) sebelumnya sempat curhat di Threads mengenai pelayan rumah sakit yang lambat, di mana dirinya harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Alih-alih mendapatkan pertolongan dan empati, keluhan Yurizal justru dipenuhi cibiran, ejekan, hingga komentar jahat dari oknum tenaga kesehatan.

Salah satu komentar paling menohok datang dari Hilda Clarissa Theopilus. Nakes yang diketahui merupakan lulusan Perekam dan Informasi Kesehatan dan bertugas di RSUD Umbu Rara Meha, Sumba Timur ini dengan tega menuliskan:

"Ya itu artinya kamarnya full diisi sama orang sakit, semuanya sakit bukan cuma lo doang. Bukan masalah BPJS atau nggaknya, ruangannya penuh. Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah."

Tak hanya berhenti di situ, Hilda bahkan melayani perdebatan dengan netizen lain. Saat ditanya oleh netizen apakah dirinya merasa puas setelah mengetahui Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, Hilda menjawab dengan singkat dan dingin:

"Iya puas"

Usai gelombang kemarahan publik memuncak dan sosoknya dibongkar netizen, Hilda akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi tertulis di akun Threads miliknya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas komentar tidak bijak yang saya tulis di media sosial. Saya sangat menyadari bahwa tulisan saya sama sekali tidak mencerminkan empati, etika, maupun rasa hormat yang seharusnya saya junjung," tulis Hilda di akun @hi.clarissa_.

Hilda mengaku sangat menyesali perbuatannya dan siap menerima konsekuensi atas kegaduhan yang ia buat.

"Saya sungguh menyesali perbuatan ini dan sadar bahwa tindakan saya tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Saya juga memohon maaf kepada masyarakat, pimpinan, rekan sejawat, dan institusi RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Sebagai seorang tenaga kesehatan, saya gagal menjaga sikap profesional, dan saya siap bertanggung jawab penuh atas dampak serta kegaduhan yang terjadi. Kesalahan ini sepenuhnya berasal dari kelalaian pribadi saya," lanjutnya.

"Saya menerima segala kritik, masukan, dan evaluasi dengan penuh kerendahan hati, serta berkomitmen penuh untuk membenahi diri agar tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari," tutup Hilda.

pihak RSUD Umbu Rara Meha Waingapu juga telah menerbitkan klarifikasi resmi yang menyatakan bahwa komentar tersebut merupakan tindakan pribadi karyawan dan tidak mewakili institusi. *

Berita Terkait