Megapolitan

Buntut Kasus JakLingko Tabrak Lansia: Transjakarta Diminta Perketat Rekrutmen, Jangan Asal Terima Sopir!

DPRD DKI meminta Transjakarta memperketat rekrutmen dan pengawasan pramudi usai kecelakaan JakLingko yang menabrak lansia di Jakarta Barat.

Buntut Kasus JakLingko Tabrak Lansia: Transjakarta Diminta Perketat Rekrutmen, Jangan Asal Terima Sopir!
Transjakarta diminta memperketat rekrutmen dan pengawasan pramudi usai kecelakaan JakLingko yang menabrak lansia.

fin.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT Transjakarta memperketat proses rekrutmen pramudi serta meningkatkan pengawasan secara profesional. Permintaan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan yang melibatkan sopir JakLingko hingga menabrak seorang lansia di Jakarta Barat.

Kenneth mengatakan evaluasi tidak cukup hanya berfokus pada pengemudi yang terlibat kecelakaan. Menurutnya, seluruh sistem rekrutmen, pelatihan, hingga pengawasan pramudi juga harus diperiksa secara menyeluruh. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Jumat.

DPRD Desak Audit Rekrutmen dan Pengawasan Pramudi

Kenneth menilai kecelakaan yang melibatkan sopir angkutan umum harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan transportasi publik di Jakarta. Keselamatan penumpang maupun masyarakat pengguna jalan, menurutnya, tidak boleh dikompromikan dengan alasan apa pun.

“Kami meminta tidak hanya menindak pengemudi yang terlibat, tetapi juga melakukan audit menyeluruh terhadap sistem rekrutmen, pelatihan, dan pengawasan pramudi,” kata Kenneth.

Ia menegaskan setiap calon pengemudi angkutan umum harus melewati proses seleksi yang ketat. Selain memiliki kemampuan mengemudi yang memadai, calon pramudi juga wajib memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, rekam jejak yang baik, serta mampu mengendalikan emosi saat bertugas di jalan.

Akademi Transjakarta Diminta Jadi Pusat Pembinaan Pramudi

Menurut Kenneth, PT Transjakarta telah memiliki Akademi Transjakarta yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi publik. Keberadaan akademi tersebut seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencetak pramudi dan pramusapa yang profesional serta berintegritas.

"Jangan sampai Akademi Transjakarta hanya menjadi pelengkap dalam sistem transportasi publik,” kata dia.

Kenneth meminta Akademi Transjakarta benar-benar difungsikan sebagai pusat pendidikan, pelatihan, pembinaan karakter, hingga evaluasi kompetensi seluruh pramudi dan pramusapa. Menurutnya, kualitas petugas layanan transportasi publik harus terus dijaga karena mereka menjadi wajah pelayanan kepada masyarakat.

“Mereka adalah wajah pelayanan transportasi publik Jakarta, sehingga kualitasnya harus dijaga secara konsisten," sambung Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Pramudi Harus Dibekali Kompetensi dan Karakter

Kenneth menegaskan setiap pengemudi yang akan mengoperasikan armada JakLingko maupun layanan transportasi yang terintegrasi dengan Transjakarta harus menjalani proses pendidikan yang terukur. Proses tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis mengemudi, tetapi juga membentuk karakter dan etika pelayanan.

Menurutnya, pendidikan bagi pramudi juga harus menanamkan kedisiplinan, kemampuan mengendalikan emosi, serta pemahaman terhadap keselamatan berlalu lintas. Dengan demikian, kualitas pelayanan transportasi umum di Jakarta dapat terus meningkat sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalan.

“Mereka tidak hanya menguji kemampuan teknis mengemudi, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, etika pelayanan, pengendalian emosi, serta pemahaman terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Berita Terkait