Kebakaran Gunung Bromo Diduga Gegara Ada yang Bikin Api Unggun, Harus Dicari Pelakunya!
Balai Besar TNBTS menduga kebakaran Gunung Bromo dipicu aktivitas manusia. Petugas masih menyelidiki penyebab pasti dan memadamkan api.
fin.co.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo dipicu oleh aktivitas manusia, bukan karena faktor alam. Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil pengamatan awal terhadap lokasi pertama kali munculnya api di kawasan konservasi tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan dugaan itu saat berada di Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat, 7 Agustus 2026. Meski demikian, pihaknya menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
TNBTS Duga Api Berasal dari Aktivitas Warga yang Melintas
Rudijanta menjelaskan titik awal kebakaran berada di kawasan Blok Bantengan. Lokasi tersebut diketahui menjadi jalur tradisional atau jalan tembus yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani sehingga cukup sering dilalui masyarakat.
"Ada kemungkinan faktor manusia, bukan alam," kata Rudijanta.
Baca Juga
Menurut Rudijanta, dugaan sementara mengarah pada aktivitas warga yang membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin. Dugaan itu muncul karena jalur tersebut kerap dilintasi masyarakat yang melakukan perjalanan.
"Kadang-kadang orang yang melintas saat cuaca dingin kemudian membuat perapian dan dimungkinkan lupa atau seperti apa, seperti itu yang kami duga," ujar dia.
Meski demikian, Balai Besar TNBTS belum menetapkan penyebab pasti kebakaran. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan sebelum menyimpulkan sumber utama munculnya api.
Penyelidikan dan Penghitungan Kerugian Masih Berlangsung
Balai Besar TNBTS juga belum menentukan sanksi bagi pihak yang diduga memicu kebakaran. Keputusan tersebut baru akan diambil setelah penyelidikan selesai dan penyebab kebakaran dapat dipastikan.
Baca Juga
Selain itu, pihak TNBTS belum menghitung besaran kerugian akibat kebakaran. Proses tersebut membutuhkan tenaga ahli, termasuk untuk melakukan pemetaan secara rinci terhadap vegetasi yang terdampak.
Rudijanta menilai dugaan sementara mengarah pada unsur kelalaian, bukan tindakan yang disengaja. Menurutnya, aktivitas membuat api untuk menghangatkan badan kemungkinan menjadi pemicu kebakaran yang kemudian meluas.
"Kalau ini ada kesengajaan atau tidak, sebenarnya tidak disengaja menurut kami. Karena itu tadi, kadang ada yang ingin menghangatkan badan jadi bukan karena ingin membakar dan menjadi seperti ini, jadi ada faktor ketidaksengajaan dari dugaan kami," ucapnya.
Petugas Gabungan Terus Lakukan Pemadaman di Gunung Bromo
Hingga Jumat, proses penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo masih terus berlangsung. Sebagian besar kobaran api memang sudah padam, namun petugas masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap.