Nasional

Karhutla Mengamuk di Bengkalis, 11 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kobaran api muncul di dua lokasi berbeda dan membakar total sekitar 11,2 hektare lahan.

Karhutla Mengamuk di Bengkalis, 11 Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kobaran api muncul di dua lokasi berbeda dan membakar total sekitar 11,2 hektare lahan.

fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kobaran api muncul di dua lokasi berbeda dan membakar total sekitar 11,2 hektare lahan.

Cuaca panas disertai angin kencang membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat. Ratusan personel gabungan yang terdiri atas Polres Bengkalis, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur perusahaan diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran.

Titik pertama berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil. Kebakaran menghanguskan sekitar 1,2 hektare lahan gambut.

Lebih dari 50 personel gabungan dari Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, dan masyarakat setempat dikerahkan ke lokasi. Petugas membawa mesin pemadam dan sejumlah selang untuk mengepung serta memadamkan titik api.

Sementara itu, kebakaran yang lebih luas terjadi di lahan masyarakat di Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Di lokasi tersebut, api membakar sekitar 10 hektare semak belukar dan perkebunan kelapa sawit. Kondisi lahan yang kering membuat kobaran api dengan cepat merambat ke area lainnya.

Untuk mengatasi kebakaran tersebut, kekuatan personel diperbesar dengan melibatkan Polsek Mandau, Polsek Pinggir, Koramil 03 Mandau, serta tim penanggulangan bencana daerah.

Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan dari darat, termasuk mesin portabel dan selang. Upaya tersebut juga diperkuat dengan dukungan udara berupa satu unit helikopter water bombing milik BNPB.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas instansi, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan gambut yang dalam kondisi kering.

"Selain fokus menaklukkan api, tim bergerak cepat mengamankan area kejadian guna mengungkap dalang di balik bencana lingkungan ini. Petugas langsung melakukan olah TKP, memotong jalur bahaya dengan garis polisi (police line), memeriksa para saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Fahrian, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Setelah melalui proses pemadaman yang cukup berat, titik api di kedua lokasi akhirnya berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan cooling down.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Fahrian juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

"Kami meminta peran aktif warga untuk saling menjaga lingkungan dan segera melapor ke pihak berwajib begitu melihat indikasi atau munculnya titik api sekecil apa pun demi keselamatan bersama," pungkasnya.

Abdullah Sani/Disway Riau

Berita Terkait