Nasional . 09/08/2026, 06:08 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas. Kobaran api yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Sabtu 8 Agustus malam.
Kondisi tersebut diperparah oleh angin kencang yang membuat api menjalar ke sejumlah area di sekitar Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Tim gabungan yang berada di lokasi juga harus mengutamakan keselamatan dalam proses penanganan kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan api merambat ke arah blok Jantur akibat kondisi angin yang cukup kencang.
"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Menurut Oemar, keselamatan petugas menjadi prioritas dalam proses pemadaman. Seluruh tim gabungan yang sebelumnya berada di sejumlah titik kemudian diarahkan berkumpul di lokasi yang dinilai lebih aman, yakni sekitar JLKT.
"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh personel masih bersiaga untuk mengantisipasi perubahan kondisi di kawasan terdampak kebakaran. Petugas juga terus memantau pergerakan api agar tidak semakin meluas.
Ia mengatakan semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar.
Luas Kebakaran Capai 176 Hektare
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, total area yang terdampak kebakaran kini mencapai sekitar 176 hektare. Sebagian besar wilayah yang terbakar berada di Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8). Sejak saat itu, luas area terdampak terus bertambah.
Pada awal kejadian, area yang terbakar diperkirakan sekitar 7,9 hektare. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 44 hektare, lalu 51 hektare, hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat 7 Agustus malam.
Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup
Seiring meluasnya kebakaran di kawasan Kaldera Bromo, Balai Besar TNBTS mengambil langkah untuk menghentikan seluruh aktivitas kunjungan wisata.
Penutupan total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo mulai diberlakukan pada 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Kebijakan tersebut diterapkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media