Politik

PKS Usul Prabowo Rekrut Profesional, Mensesneg: Kita Terima

Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi usulan Ketua Bappilu PKS Mardani Ali Sera terkait kemungkinan Presiden Prabowo Subianto merekrut figur baru untuk mengisi posisi di kabinet.

PKS Usul Prabowo Rekrut Profesional, Mensesneg: Kita Terima
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

fin.co.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi usulan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera terkait kemungkinan Presiden Prabowo Subianto merekrut figur baru untuk mengisi posisi di kabinet.

Mardani sebelumnya mengusulkan agar perekrutan anggota kabinet tidak semata-mata mempertimbangkan latar belakang partai politik. Menurutnya, kapasitas dan kemampuan calon menteri perlu menjadi pertimbangan utama.

Menanggapi usulan tersebut, Prasetyo mengatakan pemerintah terbuka terhadap masukan yang disampaikan Mardani.

"Ya usulan kita terima. Terima kasih nanti kita pikirkan ya," kata Prasetyo di DPR RI, Senin, 10 Agustus 2026.

Meski demikian, Prasetyo memastikan belum ada pembahasan khusus mengenai usulan tersebut di lingkungan pemerintah.

"Belum ada pembahasan mengenai itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera turut merespons isu mengenai kemungkinan penyegaran kabinet atau reshuffle setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Politikus PKS tersebut menyatakan mendukung apabila Presiden Prabowo memutuskan menambah figur baru di Kabinet Merah Putih, terutama mereka yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai.

"Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan," kata Mardani kepada wartawan, Minggu, 9 Agustus 2026.

Mardani juga menilai reformasi birokrasi perlu terus diperkuat di pemerintahan. Ia mengatakan tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo cukup besar, terlebih sejumlah hasil survei belakangan menunjukkan masih adanya penilaian bahwa kinerja pemerintah belum optimal.

Sebagai anggota Komisi II DPR RI, Mardani menyatakan tidak keberatan jika pemerintah melakukan perekrutan figur baru untuk masuk ke dalam kabinet. Namun, ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek integritas dan kompetensi.

Menurutnya, calon yang dipilih tidak harus berasal dari partai politik karena banyak profesional maupun putra-putri bangsa yang memiliki kemampuan untuk membantu pemerintahan.

"Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas," ujarnya.

Anisha Aprilia/Disway

Berita Terkait