Detik-detik Balita Terpental Dihantam Batu Bata oleh Pria Diduga ODGJ
Viral video balita dihantam batu bata oleh pria diduga ODGJ di depan orang tua saat makan di warung. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
fin.co.id - Sebuah insiden memilukan menimpa seorang balita yang mendadak menjadi korban penyerangan brutal. Seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara tiba-tiba melempar batu bata ke arah korban saat sedang menikmati waktu makan bersama keluarga di sebuah warung.
Peristiwa mengerikan ini terjadi tepat di hadapan kedua orang tua korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam detik-detik penyerangan tersebut kini beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu kemarahan publik.
Berdasarkan penelusuran dari unggahan akun X @@B3doel_ pada Selasa, 11 Agustus 2026, balita malang itu awalnya terlihat sedang berjalan-jalan kecil di sekitar area warung. Posisi korban tidak terlalu jauh dari sang ayah yang sedang duduk lesehan.
Suasana santai mendadak berubah mencekam ketika seorang pria asing yang diduga merupakan ODGJ melintas di depan warung. Tanpa alasan yang jelas, pria tersebut tiba-tiba memungut sebongkah batu bata dari halaman.
Baca Juga
Tanpa aba-aba, pelaku langsung melemparkan batu bata berukuran cukup besar tersebut ke arah tubuh sang balita. Kerasnya hantaman lemparan itu membuat tubuh mungil korban langsung terpental seketika.
Melihat kejadian tersebut, pihak keluarga langsung panik dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Langkah cepat ini mereka ambil agar sang anak segera mendapatkan pertolongan medis intensif akibat luka yang diderita.
Video penyerangan memilukan ini turut dibagikan oleh akun X @heraloebss pada Minggu, 9 August 2026, dan langsung menyita perhatian ribuan pengguna internet.
"Detik-detik ODGJ ngamuk hantam bocah gunakan batu-bata hingga masuk RS," tulis pemilik akun dalam keterangan videonya.
Lewat unggahan yang sama, pemilik akun mengajak masyarakat serta pihak berwenang untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi serius. Menurutnya, perlindungan warga sipil dan penanganan terhadap penyandang gangguan jiwa merupakan dua aspek krusial yang harus berjalan seimbang.
Masyarakat mendesak pihak kepolisian dan dinas sosial terkait untuk segera mengamankan pelaku agar tidak kembali membahayakan keselamatan warga sekitar. Kasus ini kini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat membawa anak kecil beraktivitas di ruang publik.