Isu Menko PMK Pratikno Sakit dan Mundur dari Kabinet Merah Putih, Istana Buka Suara!
Di tengah dinamisnya atmosfer politik nasional, tersiar rumor yang menyebutkan Menko PMK Pratikno mengalami gangguan kesehatan hingga memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
fin.co.id - Di tengah dinamisnya atmosfer politik nasional, tersiar rumor yang menyebutkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengalami gangguan kesehatan hingga memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
Menanggapi isu yang berembus kencang tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan tegas memberikan bantahan. Prasetyo mengaku kaget dan mempertanyakan asal-usul munculnya spekulasi tersebut.
"Apa lagi itu? Kata siapa lagi itu? Saya belum dengar, saya belum dengar," kata Pras di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Prasetyo menepis anggapan bahwa mantan Mensesneg di era Presiden Jokowi itu sedang dirawat atau menderita sakit berat. Ia mengonfirmasi bahwa kolegamnya di Kabinet Merah Putih tersebut berada dalam kondisi fisik yang prima.
Baca Juga
"Sehat, yang saya tahu sehat. Nggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit," jelas Pras.
Atas dasar itu, kabar mengenai rencana pengunduran diri Pratikno dari jajaran pembantu presiden pun dipastikan tidak benar.
"Apa mengundurkan diri lagi, sakit aja nggak mengundurkan diri. Belum ada," kata Pras.
Penjelasan Istana Soal Wacana Reshuffle Kabinet
Di sisi lain, isu mundurnya menteri ini turut mengait pada desas-desus perombakan Kabinet Merah Putih. Sebelumnya, Prasetyo Hadi juga sempat menegaskan bahwa Presiden belum memiliki agenda untuk merombak susunan kabinetnya dalam waktu dekat.
"Masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca Juga
Politisi dari Partai Gerindra itu menambahkan, seandainya ke depan ada penyesuaian atau perubahan dalam kabinet, fokus utama pemerintah bukanlah mengganti menteri yang tengah bertugas, melainkan mengisi posisi kepemimpinan yang masih belum terisi.
"Kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong," jelasnya.
Anisha Aprilia/Disway