Internasional

Mahasiswi Indonesia Siti Maryam Raih Gelar Miss Azhar 2026 di Mesir

Mahasiswi asal Indonesia, Siti Maryam, berhasil meraih gelar juara dalam ajang Miss Azhar 2026 atau Grand Final International Light of Azharaiat yang digelar di Al-Azhar Convention Center (ACC), Kairo, Mesir, pada 28 Juli 2026.

Mahasiswi Indonesia Siti Maryam Raih Gelar Miss Azhar 2026 di Mesir
Mahasiswi asal Indonesia, Siti Maryam, berhasil meraih gelar juara dalam ajang Miss Azhar 2026 atau Grand Final International Light of Azharaiat yang digelar di Al-Azhar Convention Center (ACC), Kairo, Mesir, pada 28 Juli 2026.

fin.co.id - Mahasiswi asal Indonesia, Siti Maryam, berhasil meraih gelar juara dalam ajang Miss Azhar 2026 atau Grand Final International Light of Azharaiat yang digelar di Al-Azhar Convention Center (ACC), Kairo, Mesir, pada 28 Juli 2026.

Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswi terbaik Universitas Al-Azhar dari sembilan negara. Selain Indonesia dan Mesir, peserta berasal dari Sudan, India, Palestina, Nigeria, Guinea, Niger, dan Yaman.

Ajang ini dirancang dengan konsep yang berbeda dari kontes kecantikan pada umumnya. Para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari kemampuan akademik, wawasan keislaman, penguasaan bahasa, kemampuan berbicara di depan publik, wawasan global, serta karakter dan akhlak.

Sebanyak 14 mahasiswi terbaik dari sembilan negara berhasil melaju ke babak final. Mereka kemudian mengikuti sejumlah tahapan penilaian yang menguji kemampuan intelektual, komunikasi, pemahaman keagamaan, hingga kepribadian.

Dewan juri dipimpin Prof. Dr. Nahla Elsabry El-Suady, yang merupakan penasihat Grand Syeikh Al-Azhar, Dekan Fakultas Islamic and Arabic Sciences, sekaligus Direktur Pembelajaran Mahasiswa Asing.

Dari proses penilaian tersebut, Siti Maryam dari Indonesia ditetapkan sebagai pemenang Miss Azhar 2026. Posisi runner-up diraih Sa’idah Abdul Aziz dari Nigeria.

Konsep Miss Azhar diharapkan dapat menunjukkan sosok perempuan Muslim yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga berpendidikan, memiliki wawasan luas, memahami nilai-nilai agama, serta mampu berkomunikasi di tingkat internasional.

Berawal dari Tantangan Atdikbud KBRI Kairo

Ajang internasional tersebut diinisiasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali. Sebelum digelar dalam skala internasional, kegiatan serupa sebenarnya telah menjadi agenda tahunan Wihdah, organisasi persatuan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir.

Namun, kompetisi sebelumnya hanya melibatkan mahasiswi Indonesia. Abdul Muta’ali kemudian mendorong agar ajang tersebut dikembangkan sehingga dapat mempertemukan mahasiswi Al-Azhar dari berbagai negara.

Gagasan tersebut sempat mendapat keberatan dari pengurus Wihdah. Namun, Abdul Muta’ali terus mendorong mereka untuk membawa kompetisi tersebut ke level internasional.

Ia kemudian mengajak pengurus Wihdah bertemu Prof. Nahla, penasihat Grand Syeikh Al-Azhar yang menangani urusan perempuan dan mahasiswa asing. Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Al-Azhar.

Prof. Nahla bahkan menilai konsep tersebut sebagai ide yang sangat baik untuk memperkenalkan peran perempuan Muslim di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan jati dirinya.

Menurutnya, perempuan Muslim memiliki peluang untuk berperan di tingkat internasional dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang menjadi identitasnya.

Persiapan Dimulai Sejak April

Berita Terkait