Alibi Sudaryono Usai Dikritik Soal Pernyataan Makan Telur Bikin Bisul: Sengaja Pancing Ahli Gizi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akhirnya menjelaskan alasan di balik pernyataannya yang mengaitkan kebiasaan makan telur dengan bisul. Pernyataan tersebut sebelumnya menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan penjelasan medis.
fin.co.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono akhirnya menjelaskan alasan di balik pernyataannya yang mengaitkan kebiasaan makan telur dengan bisul. Pernyataan tersebut sebelumnya menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan penjelasan medis.
Sudaryono mengaku bahwa pernyataan tersebut memang sengaja dilontarkan. Ia menyebut tujuannya bukan untuk menyampaikan fakta medis, melainkan memancing para ahli gizi agar ikut memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Memang saya sengaja melempar ini dan alhamdulillah banyak ahli gizi di media sosial kemudian speak up semua. 'Pak Kepala Badan ini keliru' katanya. Memang keliru, aku tahu itu," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat.
Menurut Sudaryono, dirinya mengetahui bahwa konsumsi telur tidak memiliki hubungan langsung dengan munculnya bisul. Ia mengatakan pemahaman tersebut justru menjadi alasan dirinya sengaja mengangkat isu yang masih dipercaya sebagian masyarakat.
Baca Juga
"Saya juga ngerti bahwa bisul sama makan telur banyak ini tidak ada hubungannya, ngerti," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa anggapan makan telur dapat menyebabkan bisul masih cukup kuat di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, Sudaryono ingin memanfaatkan perdebatan yang muncul untuk membuka ruang edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani.
"Cuma, kenapa saya lontarkan? Karena di masyarakat kita di desa-desa itu masih ada mitos yang mengatakan kalau anak dikasih makan banyak telur akan bisulan," ujarnya.
Sudaryono berharap para ahli gizi dapat mengambil peran untuk meluruskan mitos tersebut melalui berbagai platform, termasuk media sosial.
"Maka perlu banyak ahli untuk menjelaskan memakai sosial media, memakai ini semua untuk berkampanye bahwa salah satu sumber protein terbaik itu adalah telur yang harganya relatif lebih murah dibanding sumber protein lain," sambung Sudaryono.
Ia juga mengaku pernyataannya sempat membuat dirinya menjadi sasaran cibiran di media sosial. Hal itu terjadi setelah ia menceritakan pengalaman masa kecilnya yang banyak mengonsumsi telur.
Baca Juga
Awal Mula Pernyataan Telur dan Bisul
Pernyataan Sudaryono mengenai telur dan bisul pertama kali disampaikan saat dirinya dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menceritakan masa kecilnya ketika tinggal di desa. Ia mengatakan keluarganya memelihara ayam sehingga dirinya terbiasa mengonsumsi telur.
"Saya sendiri anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah dan saya selalu makan itu sampai maaf sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," kata Sudaryono saat itu.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah ahli medis dan gizi. Mereka menegaskan belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi telur secara langsung menyebabkan bisul.