Prabowo Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Hubungkan 1.314 Desa di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara virtual 895 jembatan penghubung antardesa pada Kamis. Peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten.
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara virtual 895 jembatan penghubung antardesa pada Kamis. Peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten.
Ratusan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi Polri. Pembangunannya dilakukan secara swadaya oleh 30 Polda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI Prasetyo Hadi mengatakan, ratusan jembatan itu memberikan akses baru bagi masyarakat di berbagai daerah.
Sebanyak 895 jembatan tersebut menghubungkan 1.314 desa dengan total panjang mencapai 19,2 kilometer. Infrastruktur itu diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 2 juta masyarakat.
Baca Juga
"Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi," kata Prasetyo dalam keterangannya.
Jembatan yang menjadi lokasi utama peresmian berada di Jalan Bayah-Cikotok. Infrastruktur tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 penduduk.
Dalam acara tersebut, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo juga akan menyapa masyarakat yang mengikuti rangkaian peresmian secara virtual dari sejumlah daerah.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan hasil gotong royong Polri bersama berbagai pihak. Pembangunan melibatkan TNI, pemerintah daerah, yayasan, relawan, teknisi, serta masyarakat.
Pemerintah mengapresiasi kolaborasi tersebut karena pembangunan jembatan dinilai tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar.
"Kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat," ujar Pras.
Baca Juga
Dari 30 Polda yang ikut dalam program tersebut, Polda Banten menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan jembatan terbanyak, yakni 145 jembatan.
Polda Jawa Barat berada di posisi berikutnya dengan 137 jembatan, disusul Polda Riau sebanyak 110 jembatan dan Polda Jawa Tengah sebanyak 86 jembatan.
Selanjutnya, Polda Sumatera Selatan membangun 81 jembatan, Polda Sumatera Utara 75 jembatan, Polda Kalimantan Timur 74 jembatan, dan Polda Jawa Timur 52 jembatan.
Sementara itu, Polda Aceh tercatat membangun 25 jembatan dan Polda Jambi sebanyak 17 jembatan. *