Udara Palembang Tak Sehat, BMKG Imbau Warga Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Kualitas udara Palembang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. BMKG mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar.
fin.co.id - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD) saat harus beraktivitas di luar rumah.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap karhutla sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Kondisi kualitas udara tidak sehat akibat kabut asap karhulta ini terjadi sejak beberapa hari terakhir," kata Wandayantolis di Palembang, Minggu, 16 Agustus 2026.
PM2.5 Palembang Capai 37,6 Mikrogram per Meter Kubik
Berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada Minggu pagi masuk kategori tidak sehat. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikulat halus yang dapat memengaruhi kondisi udara di wilayah Kota Palembang.
Baca Juga
Data BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 37,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi udara tersebut salah satunya dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap dari karhutla kemudian terbawa masuk ke wilayah Kota Palembang sehingga turut memengaruhi kualitas udara yang masyarakat hirup.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan. Terlebih, kabut asap sudah muncul selama beberapa hari terakhir dan masih memengaruhi kondisi udara di wilayah setempat.
BMKG Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Melihat kondisi tersebut, Wandayantolis kembali mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Langkah itu bertujuan mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Baca Juga
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara itu, warga yang tetap harus keluar rumah perlu menggunakan perlindungan tambahan untuk mengurangi paparan kabut asap.
Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan APD berupa masker dan kacamata. Penggunaan perlindungan tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika warga harus berada di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.
Masker dan Kacamata untuk Kurangi Paparan Asap
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara Palembang yang saat ini berada pada kategori tidak sehat. Warga perlu membatasi paparan kabut asap, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat banyak menghirup kabut asap," ujarnya.