Wakapolda Aceh Diusir Massa, Kepercayaan Publik Polisi Jadi Sorotan
Insiden penolakan terhadap Wakapolda Aceh saat menghadiri peringatan 21 tahun Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi perhatian publik.
fin.co.id - Insiden penolakan terhadap Wakapolda Aceh saat menghadiri peringatan 21 tahun Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut turut dibahas kanal YouTube Catatan Kang Ali melalui video berjudul “Pengusiran Wakapolda Aceh: Bukti Gagalnya Pemerintah Aceh Menjalankan UUPA?” yang diunggah Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam pembahasannya, Kang Ali menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, tingkat kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting yang menentukan efektivitas kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga
“Efektivitas kepolisian modern itu secara teori dibangun berdasarkan sejauh mana tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisi,” kata Kang Ali dalam video tersebut.
Ia menjelaskan, legitimasi kepolisian tidak cukup hanya bertumpu pada kewenangan formal yang dimiliki aparat.
“Dasar legitimasi kepolisian modern itu bukan dibangun berdasarkan pendekatan koersif atau kewenangan penggunaan senjata oleh aparat polisi, tetapi dasar legitimasi kepolisian itu adalah polisi yang mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kang Ali, persoalan kepercayaan publik semakin penting jika dikaitkan dengan kondisi Aceh yang memiliki perjalanan panjang dari masa konflik hingga proses perdamaian.
Peringatan 21 tahun Damai Aceh menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga stabilitas dan perdamaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Dalam situasi tersebut, komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan yang konstruktif.
Baca Juga
Kang Ali menilai profesionalisme aparat tetap menjadi unsur utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Namun, efektivitas institusi pada akhirnya juga berkaitan dengan sejauh mana masyarakat memberikan kepercayaan.
Kanal Catatan Kang Ali sendiri tercatat bergabung di YouTube sejak 2 November 2025. Berdasarkan profil kanal pada 16 Agustus 2026, kanal tersebut memiliki 478 subscriber, 120 video, serta mencatat lebih dari 94 ribu penayangan.
Video yang membahas penolakan terhadap Wakapolda Aceh tersebut dipublikasikan sehari setelah peringatan Damai Aceh. Pembahasan itu kemudian menyoroti lebih luas persoalan relasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat di Aceh.
Bagi Kang Ali, insiden tersebut sepatutnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan teknis pengamanan, tetapi juga menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya membangun komunikasi dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.