Nasional

Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M 7,7 NTT, Bocah 5 Tahun Turut Jadi Korban

Basarnas mengevakuasi tiga korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026.

Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M 7,7 NTT, Bocah 5 Tahun Turut Jadi Korban
Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut membantu penanganan gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

fin.co.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026.

Ketiga korban mengalami cedera serius berupa patah tulang (fraktur) dan dislokasi sehingga membutuhkan penanganan medis segera. Salah satu korban merupakan anak perempuan berusia lima tahun.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas bersama Potensi SAR mengerahkan helikopter Dauphin AS 365N3+ HR-3604 yang sebelumnya disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai tiga warga yang membutuhkan evakuasi medis dari wilayah terdampak gempa.

“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” terang Syafii dalam keterangan resminya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Helikopter Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas sekitar pukul 10.28 WITA. Ketiga korban kemudian langsung diterbangkan menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Helikopter HR-3604 mendarat dengan aman di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA. Setelah tiba, seluruh korban segera dibawa ke rumah sakit dengan pendampingan dokter dan tenaga medis.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban tetap terpantau selama perjalanan hingga mendapatkan penanganan medis.

Syafii memastikan Tim SAR Gabungan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons kebutuhan evakuasi warga pascagempa, terutama korban dengan kondisi medis serius.

“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan Basarnas bersama seluruh Potensi SAR akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT, khususnya wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.

“Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” ucap Syafii.

Ketiga korban yang dievakuasi diketahui berasal dari Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Evakuasi menggunakan jalur udara menjadi pilihan penting mengingat kondisi korban yang mengalami fraktur dan dislokasi serta membutuhkan penanganan rumah sakit secepat mungkin. Basarnas pun terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur SAR untuk menghadapi kebutuhan evakuasi di wilayah yang terdampak gempa.

Berita Terkait