Nasional

Jalan Putus, PMI Akhirnya Tembus Sengari

Setelah beberapa hari terhambat longsor yang menutup akses jalan, Tim Kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil mencapai Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jalan Putus, PMI Akhirnya Tembus Sengari
Setelah beberapa hari terhambat longsor yang menutup akses jalan, Tim Kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil mencapai Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

fin.co.id - Setelah beberapa hari terhambat longsor yang menutup akses jalan, Tim Kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil mencapai Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah tersebut termasuk salah satu daerah yang terdampak gempa Flores pada 2026. Kehadiran tim medis disambut warga yang sebelumnya harus bertahan tanpa layanan kesehatan memadai karena akses menuju wilayah mereka terganggu.

Tim yang dikerahkan PMI terdiri dari dokter dan perawat dari PMI Provinsi DKI Jakarta bersama Rumah Sakit PMI Bogor. Mereka ditugaskan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Begitu tiba, para relawan langsung membuka pos kesehatan darurat sekaligus mengoperasikan klinik lapangan di area terbuka yang juga digunakan warga sebagai tempat pengungsian.

Berdasarkan pendataan awal, ratusan warga telah menjalani pemeriksaan. Sejumlah korban mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa bagian bangunan, material konstruksi, maupun batu yang longsor dari perbukitan ketika gempa terjadi.

Jalan Putus, PMI Akhirnya Tembus Sengari

Ketua PMI DKI Jakarta H Beky Mardani mengatakan pihaknya terus menyiapkan dukungan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.

"PMI DKI selalu terpanggil dan bersiap untuk operasi kemanusiaan yang lebih besar. Kami terus menunggu arahan dan berkoordinasi dengan PMI Pusat agar langkah yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata Beky dikutip dari keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Beky, bantuan PMI DKI tidak sebatas mengirimkan tenaga medis dan relawan. Organisasi tersebut juga membuka donasi guna membantu memenuhi kebutuhan para korban gempa.

"Selain menyiapkan tenaga kesehatan dan relawan, PMI DKI juga melakukan open donasi untuk membantu korban di sana," ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang dikirim akan disesuaikan dengan kondisi warga di lokasi bencana sehingga kebutuhan yang paling mendesak dapat diprioritaskan.

"Tim kami yang sudah berada di lokasi bencana selalu melaporkan kondisi di lapangan. Dengan begitu, bantuan yang kami berikan bisa sesuai dengan kebutuhan warga di sana," tutur Beky

Korban Luka Berat Dievakuasi Lewat Udara

Penanganan korban di lapangan dilakukan dengan sistem triase untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas penanganan.

Pasien yang mengalami luka berat atau berada dalam kondisi kritis terlebih dahulu mendapat pertolongan medis darurat di lokasi. Setelah kondisinya memungkinkan, mereka kemudian diarahkan ke fasilitas kesehatan rujukan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Berita Terkait