Kabar Gembira: Guru PPPK Paruh Waktu Naik Jadi Penuh Waktu pada 2027
Guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mendapat angin segar. Pemerintah bersama DPR menyepakati adanya peluang bagi mereka untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027.
fin.co.id - Guru yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mendapat angin segar. Pemerintah bersama DPR menyepakati adanya peluang bagi mereka untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini seusai mengikuti rapat pimpinan DPR bersama sejumlah menteri terkait di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026.
"Untuk PPPK paruh waktu akan diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK penuh waktu yang akan dilakukan di tahun 2027," kata Rini, dikutip Rabu 19 Agustus 2026.
Rini menjelaskan saat ini terdapat 231.246 guru yang berstatus PPPK paruh waktu. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 955.245 guru PPPK yang tercatat hingga kini.
Baca Juga
Menurut Rini, keberadaan guru PPPK tersebut akan turut membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik secara nasional yang diproyeksikan mencapai 526.689 orang.
"Kebetulan pada saat ini ada proyeksi pemenuhan kebutuhan untuk guru nasional itu sebanyak 526.689 formasi yang tentu saja terdiri dari Kementerian Agama, Kementerian Dikdasmen, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda," tutur Rini.
Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS
Selain peluang menjadi PPPK penuh waktu, pemerintah juga membuka kesempatan bagi guru PPPK yang ingin mengubah status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Namun, Rini menegaskan perubahan status tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Guru PPPK tetap harus mengikuti proses seleksi yang akan dibuka pemerintah.
"Akan diberikan kesempatan PPPK guru untuk ikut seleksi PNS yang akan diperkirakan pendaftaran di awal 2027," ujar Rini.
Baca Juga
Dengan demikian, guru PPPK yang memenuhi persyaratan dan ingin menjadi PNS dapat mengikuti mekanisme seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebutuhan Guru Nasional Terus Dihitung
Sementara itu, pemerintah masih melakukan penghitungan kebutuhan guru secara nasional untuk 2026. Perhitungan tersebut juga mencakup kebutuhan tenaga pendidik untuk sejumlah program pendidikan baru pemerintah.
"Akan kita buka untuk kebutuhan proyeksi guru nasional, tahun 2026, termasuk di dalamnya adalah untuk kebutuhan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Garuda," tegasnya.
Pemerintah selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan formasi guru dengan proyeksi tenaga pendidik secara nasional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan di berbagai satuan pendidikan yang berada di bawah kementerian terkait. *