Viral: 3 Tentara Israel Diusir dari Gym di Bali: Kalian Tidak Diperbolehkan Berada di Negara Ini
Sebuah video yang memperlihatkan tiga warga negara asing (WNA) diusir dari sebuah pusat kebugaran di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perhatian di media sosial.
fin.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan tiga warga negara asing (WNA) diusir dari sebuah pusat kebugaran di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perhatian di media sosial.
Ketiga WNA tersebut disebut sebagai warga negara Israel yang merupakan anggota Israel Defense Forces (IDF). Perselisihan terjadi setelah mereka mendatangi sebuah gym di Ubud dan salah seorang di antaranya diduga bersikap tidak sopan kepada staf tempat tersebut.
Dalam video yang beredar, pemilik gym menjelaskan alasan dirinya mengambil tindakan terhadap ketiga pengunjung tersebut.
"Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami," kata pemilik gym dengan bahasa Inggris dalam video yang diunggah di akun @filaasteni seperti dikutip pada Rabu 19 Agustus 2026.
Baca Juga
Setelah menerima laporan dari staf, pemilik gym kemudian menghampiri ketiga pria tersebut. Ia meminta penjelasan sekaligus menanyakan asal kewarganegaraan mereka.
Dalam percakapan tersebut, pemilik gym menyebut ketiga pengunjung itu mengaku sebagai warga Israel dan tergabung dalam IDF. Ia juga menuding mereka memasuki Indonesia menggunakan paspor negara lain.
"Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain," ucap dia.
Pemilik Gym Singgung IDF
Perselisihan dalam video kemudian berkembang ketika pemilik gym menyinggung status ketiga pria tersebut yang disebut merupakan anggota IDF.
Ia menyatakan tidak ingin berdebat mengenai tindakan militer Israel dan menyebut dirinya memiliki prinsip moral.
Baca Juga
"Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral," ujarnya.
Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Imigrasi dan Polisi Lakukan Pengecekan
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar turut merespons beredarnya video tersebut. Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Putu Suhendra, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengecek informasi yang beredar.
"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra saat dikonfirmasi.