Megapolitan . 12/09/2026, 16:17 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga belum sepenuhnya teratasi setelah lima hari dilakukan penanganan. Sejumlah titik api masih terlihat dan dikhawatirkan kembali membesar.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan kondisi terkini di lokasi masih memerlukan penanganan yang lebih menyeluruh. Informasi tersebut diperolehnya dari petugas yang masih berada di lapangan bersama Wakil Wali Kota Bogor.
"Setelah lima hari penanganan penanggulangan bencana kebakaran di TPAS Galuga, baru saja saya mendapatkan laporan dari lapangan. Di sana masih ada Wakil Wali Kota Bogor dan jajaran. Situasinya kelihatannya kurang baik, artinya titik-titik api masih terlihat membesar dan ini tentu sangat mengkhawatirkan apabila tidak ditangani secara lebih komprehensif," ujarnya, Sabtu, 12 September 2026.
Pemkot Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan kebakaran. Personel, peralatan, hingga upaya pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama.
Namun, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Hujan masih menjadi salah satu faktor yang sangat diharapkan untuk membantu meredam api di kawasan TPAS tersebut.
"Semalam saya bersama Pak Bupati Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor sudah melakukan koordinasi. Memang harapan yang utama adalah turunnya hujan. Namun, dengan situasi kemarau panjang seperti sekarang, kita hanya bisa berharap melalui doa agar hujan bisa turun," katanya.
Minta Dukungan Modifikasi Cuaca
Selain mengandalkan hujan, Pemkot Bogor mulai membuka opsi pemanfaatan teknologi untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran.
Dedie mengaku telah menyampaikan kondisi TPAS Galuga kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. Pemkot berharap BRIN dapat membantu mengupayakan teknologi modifikasi cuaca untuk mendukung proses pemadaman.
"Kita juga sudah menyampaikan kepada Kepala BRIN, Prof Arif Satria, untuk bagaimana mungkin bisa dibantu melakukan modifikasi cuaca," ujarnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedie telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat guna mendapatkan tambahan dukungan berupa personel, logistik, maupun peralatan.
Bantuan juga datang dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Rektor IPB disebut akan mengirimkan sejumlah unit kendaraan pemadam kebakaran untuk memperkuat upaya pemadaman di TPAS Galuga.
"Barusan saya komunikasi dengan Rektor IPB. Alhamdulillah malam hari ini Rektor IPB akan mengirimkan beberapa unit Damkar untuk bantuan. Jika tidak ditangani secara bersama-sama kualitas udara akan semakin memburuk," jelasnya.
Sumber Air Jadi Perhatian
Dedie berharap dukungan dari berbagai pihak terus bertambah, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan pengerahan seluruh sumber daya yang tersedia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media