Nasional

44 Ribu Anak Miskin Kini Bisa Sekolah Gratis, 93 Gedung Sudah Berdiri

Lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin mulai jenjang SD hingga SMA kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa biaya.

44 Ribu Anak Miskin Kini Bisa Sekolah Gratis, 93 Gedung Sudah Berdiri
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029.

fin.co.id - Lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin mulai jenjang SD hingga SMA kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa biaya. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliani, mengatakan perluasan program menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Program ini menjangkau 182 sekolah, melonjak signifikan dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah," kata Devi, Jumat, 18 September 2026.

Pemerintah juga memastikan penetapan penerima manfaat dilakukan secara terukur agar bantuan diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Proses tersebut menggunakan basis data terpadu nasional.

"Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas," tegas Devi.

Tidak hanya membebaskan biaya pendidikan, pemerintah turut mempercepat pembangunan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga kini, gedung permanen telah selesai dibangun di 93 titik. Fasilitas tersebut mulai digunakan secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September.

Pembangunan infrastruktur pendidikan itu diarahkan untuk memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga miskin agar dapat segera mengikuti pembelajaran dengan fasilitas yang memadai dan setara dengan sekolah unggulan.

Dengan perluasan sekolah, pemutakhiran sasaran penerima melalui DTSEN, serta pembangunan sarana pendidikan, pemerintah menargetkan semakin banyak anak dari keluarga miskin dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Berita Terkait