Nasional

Tekan Konsumsi LPG 3 Kg, Kementerian ESDM Siapkan CNG hingga Jargas

ESDM menyiapkan CNG 3 kg, kompor listrik, jargas, dan pipa transmisi untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg.

Tekan Konsumsi LPG 3 Kg, Kementerian ESDM Siapkan CNG hingga Jargas
ESDM menyiapkan CNG 3 kg, kompor listrik, jargas, dan pipa transmisi untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg.

fin.co.id - Konsumsi LPG 3 kg diproyeksikan mencapai 8,677 juta ton hingga akhir 2026, atau 108,46 persen dari kuota 8 juta ton. Kondisi tersebut mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah alternatif untuk mengurangi penggunaan LPG 3 kg.

Alternatif yang disiapkan ESDM mencakup pemakaian CNG 3 kg, kompor listrik, pembangunan jaringan gas (jargas), hingga pipa transmisi. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pemerintah mulai menyiapkan alternatif tersebut untuk tahun depan.

“Nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan, CNG dan seterusnya,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Kuota LPG 3 Kg 2027 Tetap 8 Juta Metrik Ton

Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati volume LPG 3 kg untuk APBN 2027 sebesar 8 juta metrik ton. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan dengan volume LPG 3 kg yang ditetapkan dalam APBN 2026.

“Nah itu, sementara untuk tahun depan, kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk LPG itu 8 juta (metrik ton),” kata Erani.

Kesepakatan volume LPG 3 kg tersebut lebih rendah daripada usulan awal pemerintah yang mencapai 8,9 juta metrik ton. Menurut Erani, kondisi itu sekaligus menjadi tugas pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pengurangan ketergantungan impor LPG dan ketersediaan pasokan di dalam negeri, termasuk menjaga stabilitas harga.

Sementara itu, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Penyaluran LPG Diproyeksikan Lampaui Kuota

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg sepanjang 2026 mencapai 8,6 juta ton. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan kuota LPG 3 kg yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 8 juta ton.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memaparkan realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton dari kuota sebesar 8 juta ton.

Laode kemudian memproyeksikan penyaluran LPG 3 kg sampai akhir 2026 mencapai 8,677 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan 108,46 persen dari kuota yang tersedia.

Dia juga menyampaikan bahwa proyeksi konsumsi LPG 3 kg pada 2027 bisa lebih tinggi dibandingkan konsumsi pada 2026. Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif penggunaan energi untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg.

Berita Terkait