Ekonomi

Mengenal Bensin E20, Kandungan Etanol 4 Kali Lipat dari Pertamax Green 95

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol yang lebih tinggi.

Mengenal Bensin E20, Kandungan Etanol 4 Kali Lipat dari Pertamax Green 95
Ilustrasi - Penjualan BBM di SPBU Pertamina

fin.co.id - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol yang lebih tinggi. Salah satu yang mulai dibahas adalah bensin E20, yakni bahan bakar yang menggunakan campuran 20 persen etanol dan 80 persen bensin fosil.

Kehadiran E20 menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sebelum masuk ke E20, Indonesia sebenarnya sudah lebih dulu memperkenalkan bensin dengan campuran etanol melalui produk Pertamax Green 95.

Pertamax Green 95 menggunakan campuran 5 persen etanol dan 95 persen bensin, sehingga masuk kategori E5. Jika nantinya E20 diterapkan, kadar etanolnya akan mencapai empat kali lipat dibandingkan campuran pada Pertamax Green 95.

Perubahan tersebut tentu menjadi hal menarik bagi pemilik kendaraan. Sebab, semakin tinggi kandungan etanol dalam bensin, karakteristik bahan bakarnya juga ikut berubah.

Apa Itu Bensin E20?

Secara sederhana, kode pada bahan bakar menunjukkan persentase kandungan etanol di dalam campuran bensin.

E10 berarti bahan bakar tersebut mengandung 10 persen etanol dan 90 persen bensin. Sementara E20 berarti terdapat 20 persen etanol dan 80 persen bensin.

Etanol merupakan bahan bakar terbarukan yang dapat diproduksi dari berbagai tanaman maupun biomassa. Bahan bakunya bisa berasal dari tanaman yang mengandung pati atau gula, seperti jagung dan tebu.

Selain itu, etanol juga dapat dibuat dari bahan berbasis selulosa. Contohnya adalah serpihan kayu, sisa tanaman, dan berbagai limbah pertanian.

Karena berasal dari sumber yang dapat diperbarui, etanol menjadi salah satu bahan yang banyak dikembangkan dalam transisi energi di sektor transportasi.

Sebelum rencana E20, masyarakat Indonesia sudah diperkenalkan dengan bahan bakar campuran etanol melalui Pertamax Green 95.

Produk tersebut menggunakan campuran 5 persen etanol atau E5. Dengan adanya produk ini, pemanfaatan etanol sebagai komponen BBM bukan lagi sesuatu yang sepenuhnya baru di Indonesia.

Jika E20 diterapkan, kandungan etanol dalam bahan bakar akan meningkat cukup signifikan. Dari sebelumnya 5 persen menjadi 20 persen.

Kenaikan tersebut membuat kesiapan kendaraan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Karakteristik mesin, sistem bahan bakar, serta rekomendasi produsen kendaraan dapat menentukan kesesuaian penggunaan bahan bakar dengan kadar etanol tertentu.

Berita Terkait