Megapolitan

60 Tahun Tak Dikeruk, Anak Kali Krukut Kini Dibongkar Total

Anak Kali Krukut di Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya dikeruk setelah hampir 60 tahun mengalami pendangkalan.

60 Tahun Tak Dikeruk, Anak Kali Krukut Kini Dibongkar Total
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung memantau proses pengerukan di wilayah Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Cahyono

fin.co.id - Anak Kali Krukut di Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya dikeruk setelah hampir 60 tahun mengalami pendangkalan. Pemprov DKI tak hanya menargetkan pengangkatan lumpur, tetapi juga menyiapkan penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer hingga 2028.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung memantau proses pengerukan di wilayah Kelurahan Kebon Melati. Menurut Pramono, sedimentasi di aliran tersebut sudah menumpuk selama hampir enam dekade tanpa pengerukan.

"Ini sudah hampir 60 tahun tidak pernah digali," kata Pramono di lokasi, Senin, 28 September 2026.

Tak hanya mengandalkan pengerukan, Pramono juga mengingatkan masyarakat sekitar agar ikut menjaga kebersihan aliran sungai. Kebiasaan membuang sampah dinilai dapat kembali mempercepat penyumbatan setelah proses normalisasi dilakukan.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” kata Pramono.

Penanganan Anak Kali Krukut di kawasan Tanah Abang mencakup aliran sepanjang 2.315 meter yang melewati tiga wilayah kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Untuk menyesuaikan kondisi lapangan, pengerjaan dibagi menjadi lima segmen.

“Anak Kali Krukut yang kita tangani di kawasan Tanah Abang ini panjang keseluruhannya 2.315 meter. Ruasnya melewati tiga kelurahan, yaitu Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, yang kita bagi menjadi lima segmen pengerjaan,” katanya.

Kemajuan paling signifikan tercatat di Segmen 1C yang membentang dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya.

Dari total 390 meter, pengerukan di segmen tersebut telah mencapai 376 meter. Material lumpur yang berhasil diangkat mencapai sekitar 2.494,2 meter kubik.

Sementara Segmen 1B yang berada di antara Jembatan Rel dan Jalan Jati Bunder baru mencapai 91 meter dari total 345 meter. Volume material yang telah diangkat tercatat sekitar 236 meter kubik.

Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu kendala dalam pengerjaan. Mobilisasi alat berat tidak dapat dilakukan secara leluasa sehingga sebagian material harus dipindahkan menggunakan tenaga manual.

“Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” pungkasnya.

Adapun Segmen 1A dengan panjang 270 meter belum memasuki tahap pengerukan. Di lokasi tersebut masih terdapat bangunan di sisi jalan dan penataan kawasan perlu dilakukan terlebih dahulu.

Meski pengerukan belum dimulai, perbaikan turap sepanjang 270 meter di segmen tersebut telah dikerjakan pada 2025.

Berlanjut ke Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Tahapan pengepukan masih dilakukan secara estafet dan belum memasuki proses loading.

Berita Terkait