Nasional

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Disampaikan pada Keluarga

Gibran meminta hasil investigasi dugaan keracunan MBG di Batang disampaikan transparan kepada keluarga korban dan kejadian tidak terulang.

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Disampaikan pada Keluarga
Gibran meminta hasil investigasi dugaan keracunan MBG disampaikan transparan pada keluarga korban.

fin.co.id - Sebanyak 674 orang tercatat terdampak dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Senin, 28 September 2026, pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 34 pasien masih menjalani perawatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat berdialog dengan orang tua siswa terdampak di SDN Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Dalam pertemuan itu, Gibran meminta hasil investigasi disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban.

"Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang," katanya.

Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga terdampak. Ia memastikan pemerintah akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan sekaligus mengoptimalkan penanganan para korban.

"Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," katanya.

Gibran Minta Penanganan Korban Dikoordinasikan

Dalam dialog tersebut, salah seorang orang tua siswa bernama Faizun meminta pemerintah mengevaluasi program MBG serta mencari solusi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Gibran menjawab permintaan tersebut.

Wapres kemudian meminta Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan penanggung jawab lintas sektor untuk mengoordinasikan penanganan korban. Koordinasi itu mencakup aspek kesehatan, layanan pendidikan hingga kebutuhan keluarga.

"Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," katanya.

Sampel Makanan Diperiksa, Operasional SPPG Dihentikan

Dugaan keracunan makanan tersebut sebelumnya terjadi pada penerima manfaat MBG dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna memastikan penyebab kejadian.

Sementara proses pemeriksaan berlangsung, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada penerima manfaat terdampak juga dihentikan sementara.

Gibran meminta hasil investigasi tidak hanya disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban, tetapi juga menjadi dasar untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait