Mendikdasmen: Guru Honorer dan Fresh Graduate Bisa Ikut Seleksi CPNS Formasi Guru
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan guru honorer dan lulusan baru dapat mengikuti seleksi CPNS formasi guru melalui mekanisme tes.
fin.co.id - Kesempatan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi guru terbuka bagi guru honorer, termasuk mereka yang mengajar di Cirebon, Jawa Barat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti juga memastikan lulusan baru yang belum menjadi guru dapat mengikuti seleksi tersebut melalui mekanisme tes.
Mendikdasmen saat memberikan keterangan di Cirebon, Senin, 28 September 2026 mengatakan, kesempatan itu tidak hanya diberikan kepada guru honorer yang sudah mengajar. Lulusan baru yang belum menjadi guru pun dapat mengikuti seleksi CPNS untuk formasi guru.
“Guru honorer dapat mengikuti tes CPNS dengan seleksi, semuanya pakai tes dan tes CPNS itu juga bisa untuk mereka yang baru lulus yang belum menjadi guru,” ujarnya.
Abdul Mu'ti menegaskan guru honorer yang mengikuti seleksi CPNS tetap harus menjalani tes sesuai mekanisme seleksi yang berlaku. Dengan demikian, kesempatan mengikuti seleksi tersebut tetap berjalan melalui tahapan yang ditetapkan.
Baca Juga
Guru PPPK Paruh Waktu Punya Skema Berbeda
Sementara itu, Abdul Mu'ti menyampaikan kebijakan berbeda bagi guru yang telah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Ia menegaskan guru PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada 2027. Pengangkatan tersebut tidak mengharuskan mereka mengikuti tes kembali.
“Kalau guru-guru kita itu pertama kan guru yang PPPK paruh waktu, tahun 2027 semuanya kita angkat tanpa tes menjadi PPPK penuh waktu,” katanya.
Kebijakan tersebut berbeda dengan guru honorer yang ingin mengikuti seleksi CPNS. Guru honorer tetap harus mengikuti mekanisme tes dalam proses seleksi CPNS.
Ada 608 Guru Honorer di Kabupaten Cirebon
Baca Juga
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mencatat jumlah guru honorer di daerah tersebut sekitar 608 orang. Jumlah itu terdiri atas 352 guru SD dan 256 guru SMP.
Kepala Disdik Kabupaten Cirebon Ronianto mengatakan jumlah guru SMP mencapai 2.920 orang. Sementara itu, jumlah guru SD sekitar 7.658 orang.
Ronianto juga menyebutkan sebagian besar guru honorer di Kabupaten Cirebon telah memiliki sertifikat pendidik setelah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sertifikat tersebut berkaitan dengan persyaratan profesional sebagai tenaga pengajar.
“Guru honorer yang telah memiliki sertifikat pendidik setelah lulus PPG memenuhi persyaratan profesional sebagai tenaga pengajar,” ucap dia.