Ekonomi . 28/09/2026, 09:40 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Perhatian pelaku pasar pada awal pekan tertuju pada sejumlah sentimen yang berpotensi menekan rupiah. Selain harga minyak mentah yang masih tinggi, ekspektasi inflasi September dan perkiraan data perdagangan Agustus turut membayangi pergerakan mata uang Indonesia.
Pada Senin, 28 September 2026, rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) berada di kisaran Rp17.971/US$ pada 07:46 WIB. Pada saat yang sama, harga minyak mentah Brent naik 1,4% menjadi US$105,78/barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$93,22/barel.
Tekanan tersebut membuat rupiah di pasar spot diperkirakan kembali melemah pada perdagangan awal pekan ini. Kenaikan harga minyak serta ekspektasi inflasi September yang meningkat menjadi salah satu pemicu yang membayangi pergerakan rupiah.
Bloomberg Economics memperkirakan inflasi Indonesia pada September mencapai 3,3% yoy. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi Agustus yang sebesar 3,19% yoy.
Percepatan laju inflasi dipicu oleh tingginya harga energi yang diperkirakan mulai merambat ke harga barang dan jasa inti. Meski demikian, dampaknya sebagian tetap diredam oleh subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah.
Bloomberg Economics juga memperkirakan inflasi berpotensi menembus batas atas target BI yang dipatok 1,5%-3,5%. Risiko El Nino menjadi salah satu faktor yang dapat membuat harga pangan semakin meninggi.
Pergerakan rupiah sepanjang pekan ini juga akan dibayangi data neraca perdagangan yang tergambar melalui perkiraan pertumbuhan impor dan ekspor.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, median estimasi impor Agustus diperkirakan tumbuh 27,8% yoy, meningkat dari 27,02% yoy pada Juli. Sementara itu, pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat tajam dari 6,05% pada Juli menjadi 2,5% pada Agustus.
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih memiliki risiko melemah pada perdagangan hari ini. Support berada di level Rp17.910/US$, dengan target pelemahan kedua yang diharapkan tertahan di Rp17.950/US$.
Jika rupiah menjebol kedua support tersebut, pelemahan berpotensi berlanjut hingga menembus Rp18.000/US$ sebagai support terkuatnya.
Sebaliknya, apabila rupiah mampu menguat dan menembus resistance, area Rp17.850/US$ menjadi level yang menarik dicermati, kemudian Rp17.800/US$. Resistance lanjutan berada di Rp17.700/US$ sebagai target paling optimistis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media