Kasus Influenza di Indonesia Melonjak, Kemenkes: Belum Mengkhawatirkan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan sejumlah wilayah Asia Tenggara.
fin.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Berdasarkan hasil surveilans sentinel hingga minggu ke-38 tahun 2026, tingkat spesimen yang dinyatakan positif influenza mencapai 56 persen.
Meski angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan, pemerintah menegaskan kondisi influenza di Indonesia saat ini belum berada pada situasi yang mengkhawatirkan.
Kemenkes mencatat surveilans influenza di puskesmas berada pada kategori sedang atau medium, sedangkan pemantauan di rumah sakit masih berada pada kategori rendah atau low.
Baca Juga
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kasus influenza perlu direspons dengan memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau tidak langsung panik hanya karena munculnya berbagai informasi mengenai peningkatan kasus influenza.
“Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium. Karena itu, yang kita lakukan adalah meningkatkan surveilans dan kesiapsiagaan agar perkembangan kasus dapat terus dipantau,” kata Budi, dikutip dari siaran pers Kemenkes, Selasa (29/9/2026).
148 Spesimen Positif dari 265 Pemeriksaan
Data Kemenkes menunjukkan peningkatan aktivitas influenza terlihat pada periode Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut masih dinilai sejalan dengan pola musiman influenza yang selama ini terjadi di Indonesia.
Dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza. Dengan demikian, sekitar 56 persen spesimen yang diperiksa menunjukkan hasil positif.
Virus yang paling dominan ditemukan dalam pemeriksaan tersebut adalah Influenza A (H1N1pdm09). Temuan ini menjadi salah satu alasan bagi pemerintah untuk terus memperkuat sistem pemantauan penyakit pernapasan di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga
Surveilans tersebut penting untuk melihat bagaimana perkembangan influenza dari waktu ke waktu.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, pemerintah dapat mengetahui perubahan pola penyakit sekaligus menyiapkan langkah yang diperlukan apabila terjadi peningkatan lebih lanjut.
Kemenkes Pantau H3N2 Subclade K
Selain Influenza A (H1N1pdm09), Kemenkes juga terus memantau Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat dan kerap disebut dengan istilah “superflu”.
Kemenkes mengingatkan bahwa istilah “superflu” bukan nomenklatur resmi yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk menyebut subclade K.