Megapolitan . 29/09/2026, 06:08 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kebakaran melanda sejumlah lapak di Jalan Gaharu, Gang Batako Nomor 12, RT 12/RW 3, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin malam 28 September 2026.
Seorang warga bernama Basir mengaku mendengar beberapa kali suara ledakan sebelum api membesar. Ia menyebut suara tersebut terdengar cukup keras dari arah tempat usaha mebel yang diduga menjadi sumber kebakaran.
"Ada (ledakan) beberapa kali. (Bunyinya) Ya, lumayan kencang," kata Basir kepada wartawan di lokasi kebakaran, Jakarta Barat, Senin malam.
Menurut Basir, kobaran api berasal dari area tempat usaha mebel dan kemudian merambat hingga membakar sejumlah lapak di sekitarnya.
"Ya, kayaknya, sih, dari situ, enggak tahu dari listrik atau apa (penyebab), tahunya dari (tempat mebel) situ aja pastinya," tutur Basir.
Ia bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Pasalnya, para pekerja di tempat usaha mebel sedang tidak berada di lokasi karena tengah berada di luar kota.
"Ada (karyawan), cuman ini lagi di luar kota. Lagi keluar semua yang pada kerjanya," ungkap Basir.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 19.53 WIB.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada menuju lokasi.
"Kita kerahkan pasukan ke lokasi. Pengerahan awal, ada delapan unit armada berkekuatan 40 personel," ujar Syaiful.
Api cukup cepat membesar karena telah membakar sejumlah lapak. Kondisi tersebut membuat petugas menambah kekuatan untuk mempercepat proses pemadaman.
Pada tahap pengerahan akhir, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengirimkan 11 unit armada yang diperkuat 54 personel.
"Sekitar pukul 20.17 WIB, api berhasil dilokalisasi," imbuh Syaiful.
Meski api telah berhasil dilokalisasi, petugas masih melanjutkan proses pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di bawah reruntuhan dan mencegah munculnya kembali kobaran api. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media