Komdigi Soroti Ancaman Deepfake terhadap Keaslian Informasi
Kementerian Komdigi menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin mampu menghasilkan konten menyerupai kenyataan.
fin.co.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin mampu menghasilkan konten menyerupai kenyataan. Teknologi seperti deepfake dinilai dapat menjadi tantangan baru dalam memastikan keaslian informasi yang diterima masyarakat.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi Molly Prabaaati mengatakan AI membawa manfaat besar bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Pemanfaatannya dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan, sekaligus memperluas ruang kreativitas.
Namun, kemajuan teknologi tersebut juga membawa persoalan baru, khususnya terkait kepercayaan terhadap informasi yang beredar.
"Teknologi yang sama juga memungkinkan terciptanya konten yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan," kata Prabawati dalam acara Disway Awards, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga
Deepfake Tantang Keaslian Informasi
Prabawati menjelaskan kemampuan AI dalam memproduksi maupun memanipulasi audio dan visual terus berkembang. Salah satu bentuknya adalah deepfake yang dapat menghasilkan materi dengan tingkat kemiripan tinggi sehingga masyarakat semakin sulit membedakan konten asli dan hasil rekayasa.
"Rekayasa audio dan visual termasuk deepfake dapat menghasilkan informasi dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi," ujarnya.
Menurut dia, perkembangan tersebut memperkuat kebutuhan terhadap tata kelola AI yang bertanggung jawab. Pemerintah saat ini menempatkan tata kelola kecerdasan artifisial sebagai salah satu bagian penting dalam kebijakan digital.
Indonesia juga terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat tata kelola AI melalui kerangka nasional yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan standar global.
Komdigi turut menjalankan fungsi koordinasi tata kelola digital lintas sektor agar pemanfaatan AI berlangsung secara etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.
Baca Juga
Keaslian Jadi Nilai Penting bagi Dunia Usaha
Prabawati menambahkan, persoalan keaslian informasi tidak hanya berkaitan dengan masyarakat secara umum, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor bisnis. Di tengah kemampuan teknologi merekayasa berbagai jenis konten, informasi yang dapat dipercaya justru memiliki nilai yang semakin besar.
"Bagi dunia usaha, kondisi ini memiliki arti yang sangat penting. Di mana teknologi memungkinkan hampir segala sesuatu direkayasa, keaslian justru menjadi semakin bernilai," katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya mengarahkan perkembangan AI untuk mendukung kualitas informasi, bukan sebaliknya digunakan untuk menyamarkan fakta.
"Teknologi harus kita gunakan bukan untuk mengaburkan kebenaran, tetapi untuk memperkuat kualitas informasi dan kepercayaan masyarakat," tuturnya.