Serangan Udara Militer Myanmar di Rakhine Tewaskan 50 Orang, Perempuan dan Anak-Anak Ikut Jadi Korban
Jenazah perempuan dan anak-anak disebut termasuk di antara korban yang ditemukan pada Selasa kemarin.
fin.co.id - Korban tewas akibat serangan udara militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine, wilayah yang berbatasan dengan Bangladesh, bertambah menjadi 50 orang. Jumlah tersebut meningkat setelah tim penyelamat kembali menemukan sejumlah jenazah pada Selasa 29 September 2026.
Kelompok pemberontak Arakan Army (AA) yang menguasai wilayah tersebut menyebut serangan udara yang terjadi pada Senin 28 September di Kota Kyauktaw itu juga menyebabkan sedikitnya 58 orang terluka. Jumlah korban itu dikonfirmasi pekerja bantuan lokal, Wai Hun Aung.
Jenazah perempuan dan anak-anak disebut termasuk di antara korban yang ditemukan pada Selasa kemarin. Wai Hun Aung juga membagikan sejumlah foto terkait proses evakuasi korban melalui media sosial.
Juru bicara Arakan Army, Khine Thu Kha, menuduh militer Myanmar sengaja menjadikan kawasan padat penduduk sebagai sasaran serangan.
Baca Juga
“Dengan sengaja menargetkan pasar yang padat penduduk, sekolah, warga sipil, dan bangunan tempat tinggal melalui serangan udara,” kata Khine Thu Kha.
Pemerintah Myanmar belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Seorang juru bicara pemerintah tidak merespons permintaan komentar.
Militer Myanmar sebelumnya menyatakan bahwa "mereka mengerahkan pengekangan semaksimal mungkin untuk menghindari jatuhnya korban sipil" dalam menjalankan operasi militernya.
Myanmar masih dilanda perang saudara sejak kudeta militer pada 2021. Sejumlah kelompok bersenjata, termasuk Arakan Army, terus bertempur melawan militer Myanmar.
Konflik berkepanjangan tersebut telah menewaskan sekitar 100.000 orang dan menyebabkan lebih dari 3,5 juta warga mengungsi di negara Asia Tenggara yang dilanda kemiskinan itu.
Khine Thu Kha mengatakan Arakan Army akan menggunakan berbagai cara yang tersedia untuk membalas serangan terhadap warga sipil.
Baca Juga
Serangan udara di Kyauktaw menjadi serangan paling mematikan di Rakhine sejak pengeboman sebuah rumah sakit pada Desember yang menewaskan sedikitnya 30 orang.
Sumber: Reuters