Blok M Bakal Disulap Jadi TOD Baru, 2 Tower segera Dibangun
Wajah kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bakal mengalami perubahan besar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan, pengembangan kawasan berbasis TOD segera dimulai dengan rencana pembangunan dua tower baru.
fin.co.id - Wajah kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bakal mengalami perubahan besar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) segera dimulai dengan rencana pembangunan dua tower baru.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, Pemprov DKI telah mencapai kesepakatan dengan pihak pengembang untuk merealisasikan proyek tersebut melalui PT MRT Jakarta. Tahap peluncuran sekaligus peletakan batu pertama pembangunan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Untuk Blok M. Teman-teman sekalian, untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada. Dan dalam minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat, 2 September 2026.
Meski memastikan pembangunan dua tower segera dimulai, Pramono belum membeberkan secara rinci berapa lantai atau ketinggian bangunan yang akan berdiri di kawasan tersebut.
Baca Juga
“Akan ada dua tower baru di tempat itu, yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan,” ujarnya.
Menurut Pramono, pengembangan TOD Blok M akan menggandeng pengembang yang memiliki rekam jejak dan dinilai mampu mengembangkan kawasan secara profesional. Ia menyebut pihak yang terlibat juga telah memiliki kontribusi dalam pembangunan Jakarta.
“Tapi yang jelas, TOD itu dikembangkan bersama dengan developer yang profesional dan kredibel, yang sudah selama ini juga mempunyai kontribusi banyak dalam pembangunan di Jakarta,” katanya.
Konsep pengembangan Blok M nantinya tidak sebatas menghadirkan bangunan hunian vertikal. Kawasan tersebut dirancang menjadi area terpadu yang menggabungkan sejumlah fungsi, mulai dari tempat tinggal hingga pusat kegiatan masyarakat.
Fasilitas yang disiapkan antara lain apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, serta ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Kondisi Blok M yang telah memiliki jaringan transportasi publik menjadi salah satu alasan kawasan tersebut dipilih untuk pengembangan TOD.
“Sehingga dengan demikian, selain ada apartemen, ada hotel, ada mal, ada tempat untuk aktivitas publik dan sebagainya, sehingga dengan demikian salah satu hal kenapa kemudian di Blok M dilakukan itu, karena Blok M memang sudah siap untuk itu,” tutur Pramono.
Baca Juga
Pengembangan kawasan dengan konsep TOD juga disebut tidak berhenti di Blok M. Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk dikembangkan dengan konsep serupa, terutama kawasan yang memiliki keterhubungan erat dengan jaringan transportasi publik.
“Dan nanti bukan hanya di Blok M. Di Harmoni juga akan kami lakukan yang sama karena itu berhubungan dengan Pasar Baru, kemudian di Glodok Pecinan, dan terakhir tentunya di Kota Tua,” jelasnya.
Selain kawasan pusat kota, kata politikus PDIP ini, pihaknya membuka peluang pengembangan TOD di wilayah yang memiliki akses terhadap moda transportasi seperti LRT. Sejumlah lahan yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan menjadi kawasan terpadu baru.
“Jadi pengembangan Jakarta memang beberapa tempat yang berkaitan dengan transportasi, termasuk LRT nanti di Kelapa Gading yang kita punya space yang cukup luas, baik di Kelapa Gading maupun Manggarai, pasti akan kita kembangkan untuk menjadi TOD baru,” pungkasnya.