Nasional . 02/10/2026, 22:14 WIB

Kebakaran Gunung Rinjani Padam Total, Dua Jalur Pendakian Masih Ditutup

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kebakaran di kawasan Gunung Rinjani Lombok telah dipastikan padam secara keseluruhan hingga 1 Oktober 2026. Meski tidak lagi menemukan titik api baru, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih melakukan evaluasi kondisi kawasan sebelum menentukan pembukaan kembali jalur pendakian.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiarsito mengatakan, pemadaman sebelumnya masih berlanjut, karena tim menemukan asap yang berasal dari bara di sekitar Resor Torean. Petugas kemudian memastikan sisa bara ditangani agar tidak kembali memicu kebakaran.

"Sebelumnya tim masih menemukan asap dari bara yang menyala di sekitar Resor Torean, sehingga pemadaman terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau indikator api yang berpotensi memicu kebakaran kembali di kawasan Gunung Rinjani," kata Astekita, Jumat, 2 Oktober 2026.

Jalur Pendakian Masih Menunggu Evaluasi

Setelah proses pemadaman, tim regu pemadam bersama tim asesmen melanjutkan penanganan di lokasi Birisan Nangka. Petugas juga membersihkan sisa bara dan melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik panas yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Tim asesmen turut memeriksa kondisi jalur pascakebakaran. Pemeriksaan mencakup kondisi lintasan, vegetasi, potensi pohon atau material terbakar, serta sejumlah titik yang membutuhkan penanganan atau perbaikan.

Padamnya api belum otomatis membuat jalur pendakian bisa digunakan kembali. Keputusan pembukaan jalur tetap mempertimbangkan hasil evaluasi kondisi lintasan, stabilitas medan, potensi pohon tumbang, material bekas terbakar dan keselamatan pengunjung.

"Kedua jalur belum digunakan sebagai pintu masuk maupun keluar pendakian sampai ada kebijakan lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi," kata dia.

Calon pendaki yang sudah memiliki e-ticket Senaru diimbau melakukan reschedule atau pengalihan melalui Jalur Sembalun. TNGR juga meminta calon pendaki tetap memperhatikan kondisi kawasan dan arahan petugas.

"Mari tetap waspada, jangan mendekati lokasi bekas kebakaran, jangan membuat sumber api baru dan ikuti arahan petugas," katanya.

Areal Terdampak Capai 1.098,75 Hektare

Berdasarkan data sementara hingga 1 Oktober, luas areal yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare. Angka tersebut masih berupa estimasi dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan, pemetaan, dokumentasi drone serta verifikasi lapangan.

Dalam proses penanganan dan asesmen kawasan, petugas juga menemukan satu ekor satwa jenis piton dalam kondisi mati.

"Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menemukan satu ekor satwa jenis piton dalam kondisi mati," ujarnya.

Kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, Gunung Rinjani Lombok tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026. Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan kebakaran, meskipun titik api baru sudah tidak ada terlihat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com