Internasional

Masjidil Haram Diteror Bom Bunuh Diri, Pemerintah Arab Saudi Buka Suara

dugaan adanya pelaku bom bunuh diri di Masjidil Haram, Mekkah. Otoritas keamanan setempat menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Masjidil Haram Diteror Bom Bunuh Diri, Pemerintah Arab Saudi Buka Suara
Arab Saudi resmi terapkan denda Rp93 juta dan deportasi bagi haji tanpa izin.

fin.co.id - Arab Saudi membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan adanya pelaku bom bunuh diri di Masjidil Haram, Mekkah. Otoritas keamanan setempat menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Klarifikasi ini disampaikan setelah beredar klaim di media sosial yang menyebut seorang pria diduga mengenakan rompi berisi bahan peledak dan mendekati Ka'bah sebelum diamankan petugas keamanan.

Informasi tersebut kemudian memicu perhatian luas karena lokasi kejadian berada di kawasan Masjidil Haram yang setiap saat dipadati jamaah.

Dalam pernyataannya, otoritas keamanan Arab Saudi menjelaskan bahwa memang ada seorang pria yang diamankan di kawasan ibu kota suci tersebut. Namun, penangkapan itu bukan karena aksi percobaan bom bunuh diri.

"Pihak keamanan di ibu kota suci telah menangkap seseorang karena mengganggu orang yang melintas serta menebarkan ketakutan dan kepanikan di antara mereka, dan orang tersebut segera ditangani," demikian pernyataan otoritas keamanan Arab Saudi.

Otoritas juga secara tegas membantah klaim yang beredar terkait insiden tersebut. Mereka menyatakan tidak ada kebenaran dalam laporan yang menyebut adanya pelaku bom bunuh diri di Masjidil Haram.

Video Viral Picu Munculnya Beragam Klaim

Kabar mengenai dugaan bom bunuh diri tersebut muncul setelah sebuah video yang memperlihatkan petugas keamanan mengamankan seorang pria di kawasan Masjidil Haram beredar luas di media sosial.

Video tersebut kemudian disertai berbagai narasi yang mengaitkan kejadian dengan dugaan percobaan serangan menggunakan bahan peledak.

Sejumlah laporan di media sosial bahkan menyebut pria tersebut sebagai terduga pelaku bom bunuh diri.

Namun, keterangan resmi otoritas keamanan Arab Saudi memberikan gambaran berbeda.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, pria tersebut ditangkap karena mengganggu orang-orang yang melintas dan menimbulkan rasa takut serta kepanikan di antara jamaah.

Sampai saat ini, otoritas belum memberikan informasi lebih rinci mengenai identitas pria yang diamankan maupun kondisi hukumnya setelah penangkapan.

Karena itu, informasi mengenai penggunaan rompi berisi bahan peledak maupun dugaan upaya meledakkan diri di dekat Ka'bah tidak dapat diperlakukan sebagai fakta berdasarkan klarifikasi resmi yang telah disampaikan. (*)

Berita Terkait