Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Pengamat Sebut Sinyal Prabowo Mulai Jaga Jarak dengan Jokowi
Prof Henri menilai masuknya Rocky ke lingkar pemerintahan bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan.
fin.co.id - Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026 menjadi perhatian Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto.
Prof Henri menilai masuknya Rocky ke lingkar pemerintahan bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan. Menurut dia, Rocky sejak awal memang memiliki kedekatan sikap politik dengan Prabowo, terutama ketika Prabowo masih berada di luar pemerintahan.
"Dia aslinya dari dulu memang pendukung Prabowo, sekaligus sebagai kritikus keras Jokowi. Terutama saat Prabowo masih di luar Pemerintahan hingga jadi presiden Rocky tidak berbalik arah. Sikapnya mirip dengan Fadlizon, maupun Fahri Hamzah," ujar prof Henri Subiakto dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu Oktober 2026.
Karena itu, Henri melihat pengangkatan Rocky sebagai Wantimpres sebagai konsekuensi dari sikap politik yang selama ini ditunjukkannya.
Baca Juga
"Makanya tak heran jika 2 Oktober 2026 Rocky Gerung dilantik Prabowo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, itu konsekuensi konkret dari dukungannya. Membuat dia ditarik masuk menjadi penasihat formal di dalam pemerintahan. Membuat posisi politiknya makin jelas" katanya.
Namun, menurut Henri, keputusan tersebut juga membawa konsekuensi lain bagi Rocky. Salah satunya menyangkut penerimaan publik, khususnya dari kalangan yang selama ini melihat Rocky sebagai pengkritik pemerintah.
"Akibatnya tentu dia kehilangan sebagian kredibilitas di hadapan oposisi atau kalangan pengritik pemerintah" ujar Henri.
Henri menilai posisi baru Rocky berpotensi membuat sebagian orang yang sebelumnya mengagumi kritiknya terhadap pemerintahan Joko Widodo melihat perubahan sikap.
"Banyak orang yang dulu mengagumi kritik keras Rocky terhadap Jokowi kini dianggap melunak bahkan pembela Presiden Prabowo yang wakilnya itu Gibran anak Jokowi. Kekritisannya malah berbalik sasaran sejarang lebih ke para pengritik pemerintah" papar prof Henri.
Menurut Henri, jabatan Wantimpres juga akan menjadi ujian bagi Rocky. Selama ini, Rocky dikenal dengan sikap kritisnya terhadap pemerintah. Kini, ia berada di dalam struktur formal pemerintahan sebagai penasihat Presiden.
Baca Juga
"Posisi sebagai Wantimpres bisa membuatnya dianggap telah terkooptasi. Karena dulu Ia pernah bilang (2019) akan kritik Prabowo, 12 menit setelah dilantik sebagai presiden, sekarang publik akan menguji apakah ia bisa kritis dari dalam jabatannya" paparnya.
Henri pertanyakan sikap Rocky Gerung apakah masih terus kritik Jokowi. Sebab saat ini posisi Rocky Gerung berada satu lingkaran dengan Gibran Rakabuming Raka, anak Jokowi.
"Apakah Rocky juga akan terus kritis pada Jokowi yang dulu ia sebut “Bajingan Tolol”, atau masih ikut mendorong isu-isu yang menyerang Gibran? Jika sikap itu terus dilakukan Rocky tentu bisa menimbulkan ketegangan internal tandem Pemerintahan Prabowo-Gibran" katanya.
Henri juga melihat posisi Rocky sebagai Wantimpres dapat ikut memengaruhi persepsi mengenai hubungan politik pemerintahan Prabowo dengan pemerintahan sebelumnya.
"Kekritisan Rocky ke kubu Jokowi bisa memperkuat narasi makin adanya pemisahan Prabowo dari legasi Jokowi. Karena suara Rocky sekarang merefleksikan sikap Pemerintahan Prabowo yang ada dalam satu gerbong" kata dia.