Akbar Faizal Sindir Gibran yang Kerap Bicara tentang AI tapi Tidak Jelaskan Risikonya: Sesekali Jadilah Berguna
Sindiran itu disampaikan Akbar melalui akun X miliknya. Ia secara khusus meminta Gibran berbicara mengenai risiko serius dari perkembangan AI.
fin.co.id - Politikus senior Akbar Faizal melontarkan sindiran kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebab Gibran dalam setia kunjungan ke sekolah maupun lingkungan kampus, selalu berbicara tentang AI.
Akbar meminta Gibran tidak hanya menyebut AI dalam berbagai pernyataannya, tetapi juga memberikan penjelasan kepada publik mengenai risiko yang dapat ditimbulkan teknologi tersebut.
Sindiran itu disampaikan Akbar melalui akun X miliknya. Ia secara khusus meminta Gibran berbicara mengenai risiko serius dari perkembangan AI.
"Saudara Wapres @gibran_tweet, saya ingin Anda bersikap tentang risiko mematikan teknologi AI," tulis Akbar, di X, dikutip pada Minggu 4 Oktober 2026.
Baca Juga
Ia menyindir Gibran yang menurutnya kerap menyebut istilah AI dalam berbagai kesempatan, tetapi tidak menjelaskan secara mendalam mengenai teknologi tersebut.
"Sebagai juru kampanye AI - meski hanya sekadar nyebut kalimat ‘…AI’ pada banyak pernyataan Anda tanpa sekalipun menjelaskan apa dan bagaimana AI itu," lanjut Akbar.
Menurut Akbar, masyarakat justru membutuhkan penjelasan mengenai potensi risiko AI. Ia kemudian membandingkan persoalan tersebut dengan aktivitas Gibran yang beberapa kali mengunjungi anak-anak yang mengalami dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami butuh penjelasan tentang risiko itu ketimbang rutin kunjungi anak yg keracunan makanan MBG," ujar Akbar.
Akbar menilai penanganan terhadap persoalan teknis MBG semestinya dapat dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap program tersebut. "Biarkan itu dikerjakan staf MBG," katanya.
Kritik Akbar kemudian mengarah pada dugaan motif politik di balik kunjungan Gibran ke korban dugaan keracunan MBG.
Baca Juga
Ia menilai Gibran seolah ingin memperoleh keuntungan politik dari persoalan yang muncul dalam program pemerintah tersebut.
"Anda tampaknya ingin menuai respek elektoral dari keruwetan program pemerintahan Anda ini ketimbang ikut bertanggungjawab," tulis Akbar.
Akbar bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari agenda yang menurut penilaiannya tidak baik.
"Itu agenda jahat lho," tegasnya.
Ia kemudian menutup sindirannya dengan meminta Gibran mengambil peran yang menurutnya lebih bermanfaat.