Nasional

Kawasan Perbatasan Rawan Infiltrasi! Pemerintah Siapkan Rp32 Triliun Demi Muluskan Jalan Kaltara

Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur perbatasan sebagai garda terdepan pertahanan negara guna mencegah potensi infiltrasi asing.

Kawasan Perbatasan Rawan Infiltrasi! Pemerintah Siapkan Rp32 Triliun Demi Muluskan Jalan Kaltara
Mendagri Tito Karnavian memastikan TKDD Rp735 triliun cukup.

fin.co.id - Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur perbatasan sebagai garda terdepan pertahanan negara guna mencegah potensi infiltrasi asing. Penegasan ini disampaikan menyusul kondisi rusaknya akses jalan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kecamatan Krayan, yang selama ini memicu kelumpuhan akses transportasi dan distribusi logistik warga.

"Oleh karena itu, Pak Menhan menelepon saya, menelepon Menteri PU, agar dikoordinasikan akses jalan ini harus bisa dituntaskan. Nah, tadi kita mendengar paparan dari Kementerian PU, mereka sanggup menyelesaikannya dalam waktu 3 tahun, paling lambat awal 2029, dimulai tahun depan 2027-2029," kata Tito dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

"Mereka harus melalui seperti Krayan, harus melalui jalan udara atau jalan sungai, sampai berhari-hari. Ini buat kita juga prihatin," ujarnya.

"Kita akan matangkan dulu konsep, tadi dari PU akan mematangkan konsep rencana induk pembangunannya dan dibelah per tahun, sesuai skala prioritas tadi, berapa anggaran tiap tahun. Setelah itu kami akan melapor kepada Bapak Presiden," ujar Mendagri.

Proyek strategis berskala besar ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp32 triliun setelah dilakukan tinjauan lapangan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pemerintah bersama Kementerian PU kini tengah menyusun rencana induk pembangunan berbasis skala prioritas, dengan menargetkan pemukiman padat penduduk terlebih dahulu sebelum hasilnya dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto demi memastikan pembangunan merata serta menumbuhkan jiwa nasionalisme di garis depan Indonesia.

Berita Terkait