Rocky Gerung Soroti Persepsi Publik, Komunikasi Pemerintah Tak Bisa Cuma Andalkan Data
Rocky Gerung menilai komunikasi pemerintah harus mampu membentuk persepsi publik agar visi Presiden Prabowo Subianto tersampaikan kepada masyarakat.
fin.co.id - Membangun persepsi publik menjadi salah satu tantangan penting dalam komunikasi pemerintah. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung menilai, penyampaian visi Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan fakta dan data.
"Karena isi pertama dari komunikasi adalah persepsi, bukan fakta, bukan data," kata Rocky saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Rocky, komunikasi pemerintah perlu diarahkan untuk memenangkan persepsi publik. Sebab, cara masyarakat menangkap pesan menjadi bagian penting agar pikiran, visi, niat, dan urgensi yang dimiliki Presiden dapat tersampaikan.
Bahasa Tubuh hingga Hambatan Birokrasi
Rocky menyebut komunikasi pertama-tama merupakan bahasa tubuh. Ia menilai ketidakmampuan mengolah bahasa tubuh menjadi salah satu persoalan bangsa dan kondisi tersebut berlaku bagi semua institusi.
Ia mengatakan Presiden memiliki pikiran, visi, niat, dan urgensi. Namun, penyampaian pesan kepada masyarakat dapat menghadapi persoalan ketika masuk melalui birokrasi.
"Jembatan ke publiknya kadang kala dirusak sendiri oleh birokrasi," ujarnya.
Rocky mengaku dapat menunjukkan semua prestasi Presiden dan hasil yang ditunggu publik. Namun, menurut dia, satu kebencian saja dapat membuat data tersebut dianggap palsu.
Komunikasi Pemerintah Perlu Menyentuh Cara Berpikir
Kondisi tersebut membuat Rocky menilai strategi memenangkan hati publik tidak bisa hanya mengandalkan konfrontasi faktual. Ia mengusulkan komunikasi yang mengedepankan logika, khususnya dalam menghadapi warganet yang terdidik.
Rocky juga menekankan pentingnya melihat dampak komunikasi sebagai tolok ukur seorang komunikator pemerintah. Menurut dia, pesan yang disampaikan pejabat komunikator harus mampu membawa perubahan pada cara berpikir dan sikap masyarakat.
"Apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator, dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap," katanya.