Politik . 07/10/2026, 19:16 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - DPR RI belum menerima surat presiden (surpres) yang berkaitan dengan pergantian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kondisi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di tengah banyaknya pertanyaan mengenai kabar pergantian orang nomor satu di TNI.
Ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026, Dasco mengakui pihaknya belakangan ini mendapat banyak pertanyaan terkait surpres pergantian Panglima TNI. Namun, hingga hari ini, surat tersebut belum diterima parlemen.
"Beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, 'Apakah sudah menerima surpres tentang pergantian panglima TNI?'. Dan pada hari ini, saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres tentang pergantian panglima TNI," ucap dia.
Selain memastikan DPR belum menerima surpres, Dasco juga menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai rencana pergantian Panglima TNI. Berdasarkan informasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto disebut belum akan mengganti Panglima TNI.
"Menurut informasi yang kami dapat bahwa Presiden belum akan mengganti panglima TNI," katanya.
Saat ini, posisi Panglima TNI masih dijabat oleh Jenderal TNI Agus Subiyanto. Sementara itu, kabar mengenai pergantian pimpinan TNI belakangan beredar dan turut mendapat perhatian.
Pada Rabu ini, Presiden Prabowo Subianto juga memanggil perwira tinggi (pati) TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mengenai agenda tersebut, Dasco mengatakan Presiden akan memberikan taklimat.
"Itu memang keinginan Presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan dan lain-lain," ujarnya.
Kabar mengenai pergantian Panglima TNI juga mendapat respons dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Nama Maruli belakangan santer disebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI.
Maruli tidak mempermasalahkan namanya dikaitkan dengan bursa tersebut. Ia menyebut seluruh kepala staf angkatan juga berpeluang menjadi calon Panglima TNI.
"Ya enggak apa-apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Maruli kemudian menanggapi beredarnya sejumlah nama yang disebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Menurutnya, beredarnya nama-nama tersebut merupakan sesuatu yang biasa.
"Ya biasa," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media