Houthi Serang Bandara Aden Saat Pesawat Sipil Hendak Mendarat
Pemerintah Yaman menilai serangan tersebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan sipil.
fin.co.id - Kelompok Houthi kembali dituding melakukan serangan terhadap fasilitas sipil di Yaman. Kali ini, Bandara Internasional Aden menjadi sasaran ketika sebuah pesawat sipil tengah mendekati landasan untuk melakukan pendaratan.
Tuduhan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman pada Rabu. Pemerintah Yaman menilai serangan tersebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan sipil.
Reuters sebelumnya melaporkan Bandara Aden, yang berada di ibu kota wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, menjadi sasaran serangan kelompok Houthi.
“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengecam keras serangan yang dilakukan milisi teroris Houthi yang didukung Iran terhadap Bandara Internasional Aden pagi ini,” kata kementerian dalam pernyataan di X.
Menurut kementerian tersebut, serangan dilakukan menggunakan dua rudal balistik dan pesawat nirawak yang membawa bahan peledak.
Situasi menjadi semakin berbahaya karena serangan berlangsung ketika sebuah pesawat sipil sedang dalam proses mendekati bandara untuk mendarat. Selain itu, pesawat lain beserta penumpang dan staf juga dilaporkan berada di area bandara.
“Menargetkan pintu gerbang sipil yang melayani warga Yaman dari seluruh provinsi merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional serta norma perlindungan penerbangan sipil, tanpa pembenaran atas alasan apa pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman belum memberikan informasi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Belum diketahui pula dampak serangan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Aden setelah insiden tersebut terjadi.
Serangan terhadap bandara sipil ini berlangsung di tengah kembali memanasnya konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi.
Bentrokan antara kedua pihak kembali pecah pada pertengahan Juli setelah sebelumnya berlangsung jeda konflik selama sekitar empat tahun.
Sejak konflik kembali meningkat, Houthi disebut telah menguasai seluruh kawasan pantai barat Laut Merah serta sejumlah kota yang berada di sekitar Selat Bab al-Mandab.
Perkembangan tersebut semakin menambah ketegangan di Yaman, terutama karena kawasan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab merupakan jalur strategis bagi pelayaran internasional. *