Politik . 08/10/2026, 16:07 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah anggapan bahwa pergantian Kapolri berkaitan dengan upaya mengurangi pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di lingkungan pemerintahan.
Bambang menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan solid. Menurut dia, pergantian Kapolri merupakan bagian dari rotasi biasa dalam pemerintahan dan tidak berkaitan dengan isu pemangkasan pengaruh politik pihak tertentu.
"Enggak ada. Enggak ada isu mempreteli-mepreteli enggak ada karena kita tetap solid, kok," kata Bambang di DPR RI, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia kembali menegaskan bahwa perubahan posisi Kapolri tidak perlu dikaitkan dengan persoalan konstelasi politik antara pemerintahan Prabowo dan Jokowi.
"Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli. Itu pergantian biasa saja sebenarnya," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada Kamis, 1 Oktober 2026. Perubahan tersebut tidak hanya menyasar jajaran Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, tetapi juga posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Dalam perubahan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo digantikan oleh Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Namun, analis politik Arif Nurul Imam memiliki pandangan berbeda mengenai makna politik dari reshuffle tersebut. Ia menilai perubahan dalam skala besar itu tidak semata-mata berkaitan dengan evaluasi kinerja pejabat.
Menurut Arif, reshuffle juga dapat dilihat dalam konteks perubahan konfigurasi politik di pemerintahan, termasuk keberadaan sejumlah figur yang sebelumnya dikaitkan dengan pemerintahan Jokowi.
"Reshuffle kali ini tidak bisa sekadar dibaca sebagai evaluasi kinerja, melainkan perubahan konfigurasi politik; dimana orang-orang Presiden Jokowi kena depak dari kabinet," kata Arif, dalam keterangannya, Jumat 2 Oktober 2026.
"Ini bisa dibaca sebagai amputasi pengaruh Jokowi dan disisi lain Presiden Prabowo makin menguat," sambung Arif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media