Nasional . 09/10/2026, 22:37 WIB

Peluang Kerja di Luar Negeri Terbuka Lebar, Pekerja Migran Indonesia Baru Isi 75 Ribu Posisi

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Peluang kerja di pasar internasional masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia. Dari lebih dari 287.000 lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi hingga 4 Oktober 2026, Indonesia baru mampu mengisi sekitar 75.000 posisi atau 26 persen. Artinya, lebih dari 73 persen lowongan tersebut masih belum terisi.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan data tersebut saat meresmikan Migrant Center sekaligus meninjau Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Bandung, Jumat, 9 Oktober 2026.

"Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan. Masih ada 73 persen lebih, hampir 74 persen yang belum bisa kita isi," kata Mukhtarudin.

Kesenjangan Kompetensi Jadi Tantangan Pekerja Migran

Mukhtarudin menjelaskan, rendahnya penyerapan lowongan kerja luar negeri berkaitan dengan sejumlah kendala pada kesiapan calon pekerja migran Indonesia. Persoalan tersebut mencakup minimnya sertifikasi kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing, serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Padahal, menurut Mukhtarudin, sejumlah negara sedang menghadapi penurunan populasi usia produktif atau aging population. Kondisi itu terjadi di negara tetangga maupun kawasan lain, termasuk Malaysia, Korea Selatan, Jepang, negara-negara Eropa Timur, Eropa Barat, hingga Amerika.

Di sisi lain, Indonesia berada di ambang puncak bonus demografi menuju 2045. Pada periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif Indonesia diproyeksikan mencapai 207 juta jiwa.

"Ketika negara kita mengalami bonus demografi, negara-negara lain mengalami aging population. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja global. Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kompetensi global menjadi sebuah keniscayaan," kata Mukhtarudin.

Pemerintah Percepat Penyiapan Pekerja Terampil

Untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi langsung pada 20 Oktober 2025. Instruksi itu menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil atau skilled workers secara terakselerasi.

Salah satu langkah pemerintah untuk mendukung upaya tersebut adalah melalui Program SMK Go Global. Program ini diresmikan sebagai salah satu prioritas nasional sekaligus program percepatan atau quick win pemerintah pusat untuk mencetak pekerja profesional yang memiliki daya saing global.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com